Pimpinan DPR RI mendesak TNI dan Polri memperketat strategi pengamanan serta mitigasi akibat di wilayah rawan Papua.
Desakan ini merespons rentetan serangan dan teror bersenjata nan menyasar penduduk sipil di Papua belakangan ini.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, Komisi I DPR RI nan membidangi urusan pertahanan dan keamanan terus memantau perkembangan situasi berbareng jejeran abdi negara di lapangan.
“Dari kemarin Komisi I berbareng ini kan sudah Polri dan TNI nan yang menangani di di area apalagi seperti Papua ini ya,” ujar Cucun saat ditemui usai menghadiri aktivitas di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).
Soroti Serangan terhadap Warga Sipil
Cucun menyoroti penyerangan nan menyasar masyarakat sipil, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga pengemudi pikulan umum beserta keluarganya.
Menurut Cucun, abdi negara terpadu kudu mempunyai pola penindakan nan tanggap sekaligus preventif, bukan sekadar merespons setelah jatuhnya korban jiwa.
Ia mengingatkan agar otoritas keamanan tidak terkesan pasif dalam melindungi keselamatan penduduk di Papua.
“Kita minta betul-betul melakukan satu mitigasi untuk antisipasi, jangan sampai ada pengulangan kejadian-kejadian seperti itu nan ya seolah-olah kita tidak punya daya melindungi untuk penanganan menghadapi kelompok-kelompok apa, pidana bersenjata ini,” tegas Cucun.
Korban KKB
Sebelumnya KKB kembali melakukan tindakan pembunuhan terhadap penduduk sipil di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Korbannya adalah seorang pengemudi travel berjulukan Aris Sanda, penduduk perantau asal Toraja, Sulawesi Selatan.
Sebelum dieksekusi, korban sempat dipaksa membikin video pernyataan nan mendukung tindakan golongan bersenjata tersebut.
Setelah dipaksa membikin pernyataan, Aris ditembak meninggal lampau jasadnya dibakar berbareng dengan mobil kendaraan travel miliknya. Korban selama ini dikenal sering membantu mengangkut logistik serta membawa mama-mama Papua nan hendak berdagang ke kota.
KKB juga menyerang 3 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9). Polisi menduga golongan nan menyerang mereka adalah KKB wilayah Nduga.
Ketiga korban masing-masing berinisial Wili Mbuik (24/P), Aprida Rapi (49/P), dan drh. Alfonsius Albinus Mehan (35/L).
Wili Mbuik mengalami luka tembak di pinggang kanan dan meninggal setelah sempat mendapat penanganan di RSUD Wamena. Sementara dua korban lainnya meninggal di letak kejadian.
Mereka diserang KKB saat membagikan support pangan dan bibit ternak kepada masyarakat.
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·