Pimpinan DPR Kecam Aksi Israel Tangkap WNI dan Jurnalis di Kapal Bantuan Gaza

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Pimpinan DPR Kecam Aksi Israel Tangkap WNI dan Jurnalis di Kapal Bantuan Gaza Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa(dok.Fraksi NasDem)

WAKIL Ketua DPR RI Saan Mustopa mengecam tindakan otoritas militer Israel nan mencegat kapal support kemanusiaan Global Sumud Flotilla dan menahan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk para aktivis dan jurnalis. Saan menegaskan bahwa tindakan penahanan sepihak oleh pihak Israel tersebut merupakan corak pelanggaran nan tidak dapat ditoleransi.

"Tentu kita menyayangkan ya dan mengutuk apa nan dilakukan oleh Israel mengenai dengan penangkapan baik terhadap wartawan maupun juga WNI kita," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Politisi Partai NasDem ini meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta lembaga mengenai lainnya untuk segera mengambil langkah diplomasi nan agresif. Saan meyakini pemerintah mempunyai komitmen kuat untuk memprioritaskan keselamatan para relawan dan wartawan asal Indonesia nan saat ini sedang tertahan.

"Saya percaya pemerintah dalam perihal ini baik Kementerian Luar Negeri maupun juga lembaga-lembaga mengenai bakal serius untuk menangani dan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menjamin mengenai dengan keselamatan penduduk negara kita, baik jurnalis, dari sisi keselamatan," tutur Saan.

Saan juga mendesak agar jalur komunikasi diplomatik internasional, baik melalui negara sekutu maupun lembaga multilateral, segera dioptimalkan agar proses pembebasan seluruh delegasi Indonesia dapat terwujud dalam waktu dekat. "Dan bakal berupaya secepatnya untuk berupaya membebaskan mereka dari penangkapan oleh Israel," pungkasnya.

Diketahui, Israel mencegat seluruh kapal tujuan Gaza nan tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menurut keterangan panitia misi tersebut pada Rabu (20/05) awal hari WIB.

Dalam keterangan melalui media sosial Instagram, panitia Global Sumud Flotilla 2.0 menyatakan kapal nan terakhir dicegat adalah Sadabad. Kapal itu berisi dua relawan asal Indonesia. Pada malam nan sama, kapal Zefiro nan berisi dua relawan asal WNI juga dicegat militer Israel.

Dengan demikian, sebanyak sembilan WNI telah ditangkap Israel. Sebelumnya, pada Senin (18/05), Israel sudah menangkap lima WNI. Beberapa di antara mereka merupakan jurnalis Republika dan Tempo.

Pada Selasa (19/05), panitia Global Sumud Flotilla 2.0 menyatakan 428 penduduk sipil tak bersenjata nan berasal lebih dari 40 negara telah diculik secara terlarangan oleh militer Israel. (Faj/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia