
Pimpin Pelepasan Jenazah, Irwasum Polri: Eyang Meri Sosok Sederhana, tapi Berperan Besar (Okezone/Puteranegara Batubara)
JAKARTA - Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada memimpin upacara pelepasan jenazah Meriyati Hoegeng alias Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di rumah duka, Pesona Khayangan Estate DG-DH 1 Rt 003/028, Mekarjaya, Depok, Jawa Barat.
1. Pelepasan Jenazah Eyang Meri
Wahyu mengungkapkan, Eyang Meri adalah sosok seorang ibu dan pribadi nan memilih hidup sederhana. Menurutnya, istri Hoegeng tersebut mempunyai peranan krusial nan kudu diteladani generasi penerus di Korps Bhayangkara.
"Saat ini kita berdiri dalam suasana duka mengiringi kepergian almarhum Ibu Meriyati Hoegeng, seorang istri, seorang ibu dan pribadi sederhana namun mempunyai peran nan sangat besar dalam perjalanan sejarah Polri dan bangsa," kata Wahyu di rumah duka, Rabu (4/2/2026).
Upacara pelepasan jenazah mengiringi kepergian Eyang Meri untuk selanjutnya dimakamkan secara kedinasan upacara kebesaran Polri di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.
Wahyu menambahkan, bangsa Indonesia khususnya Polri, mengenal dan menghormati Jenderal Hoegeng Iman Santoso sebagai sosok Kapolri nan sederhana, jujur, berani, berintegritas tinggi, serta tak tergoyahkan oleh tekanan dan kekuasaan.
"Namun kita juga tak pernah melupakan bahwa integritas beliau tidak berdiri sendiri, tetapi dijaga dari rumah. Di belakang Jenderal Hoegeng Iman Santoso berdiri seorang almarhum Meriyati nan memilih hidup sederhana di tengah kekuasaan dan fasilitas," ujar Wahyu.
Di masa itu, kata Wahyu, Eyang Meri menolak akomodasi berlebihan untuk menjaga agar rumah tangga tidak menjadi pintu masuk bentrok kepentingan.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·