Pilu Santri di Lombok Dibakar Kakak Kelas, Terkendala Biaya Berobat

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Dua santri di Lombok Tengah nan mengalami luka bakar. Foto: Dok. Istimewa

Masih ingat dengan kasus tiga santri Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, nan dibakar kakak kelasnya pada November 2025 lalu? Korban mengalami luka permanen dan tak punya biaya untuk pengobatan.

Dalam foto nan diterima kumparan, tampak kondisi salah satu korban Sahid Al Hudri (13) mengalami luka bakar cukup parah di bagian tangan dan kakinya. Bahkan dia tak bisa bergerak normal seperti anak lain seusianya.

Nurul Hidayah, tante korban, mengatakan mereka kesulitan biaya untuk mengobati Sahid. Pondok pesantren juga tak memberi support terhadap Sahid. Kondisi itu diperburuk lantaran Sahid tak punya BPJS Kesehatan.

"Karena lukanya tetap basah, jadi kudu tetap dikontrol ke rumah sakit dua kali seminggu, hari Sabtu dan hari Selasa," kata Nurul kepada kumparan, Senin (6/7).

"Dari semenjak bapaknya (Al Hudri) masuk laporan ke polisi, kita tetap bayar dan kudu menjadi pasien umum," lanjutnya.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi family nan hanya mengandalkan penghasilan sebagai petani dan pekerja serabutan membikin mereka kesulitan memenuhi biaya pengobatan selama proses pemulihan.

"Sebenarnya biaya ini nan mau kami minta support dari dulu, tapi tidak ada nan pernah menanggapi. Akhirnya kami kudu menanggung sendiri biaya pengobatan sejak laporan masuk," imbuhnya.

Sekilas Kasus

Kasus pembakaran ini terungkap setelah video salah satu korban beredar dan viral di media sosial (medsos). Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada November 2025 lalu, dan menewaskan satu santri ialah SS setelah dua bulan dirawat.

Menurut pengakuan korban, awalnya mereka melaporkan senior mereka ke ketua pesantren lantaran seniornya melakukan kenakalan.

Senior itu kemudian tak terima dan menakut-nakuti korban bakal dibakar.

"Teman saya ada nan ditelanjangi, terus dia dipanggil sama Abah (Pimpinan Ponpes) setelah itu dia menakut-nakuti bakal membakar, dan setelah tiga hari dia membakar," tutur korban Sahid, Sabtu (6/6).

Hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka. Pelaku tetap berkeliaran bebas.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan