Pilot Malaysia Airlines MH727 berjulukan Mohd Saufi bin Othman nan ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta lantaran menyelundupkan 25,1 kg ekstasi rupanya positif sabu saat menerbangkan pesawat pada Rabu (29/7) malam.
Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Hengky, mengatakan pilot tersebut baru menerbangkan pesawat Malaysia Airlines (MH) nan membawa sekitar 170 penumpang.
"MH itu biasanya membawa sekitar 170 penumpang. Jadi, tersangka menerbangkan pesawat dengan sekitar 170 penumpang dalam kondisi terpengaruh narkotika," kata Hengky di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Jumat (31/7).
Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Awaluddin Amin, menyebut hasil pemeriksaan urine menunjukkan tersangka positif mengandung tiga unsur aktif narkotika.
"Dia berada dalam kondisi terpengaruh narkotika saat membawa penumpang. Hasil pemeriksaan menunjukkan nan berkepentingan positif mengandung tiga jenis zat, ialah MDMA, kokain, dan metamfetamina (methamphetamine). Kami juga tetap mendalami riwayat penggunaan narkotika tersebut dan menunggu hasil asesmen dari BNN," ujarnya.
Ancaman Hukuman Sangat Berat
Atas perbuatannya, Mohd Saufi dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Yang berkepentingan kami sangkakan Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 114 ayat (2), kemudian Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya sangat berat," kata Awaluddin.
Koordinasi dengan Malaysia
Sementara itu, Kasubdit Penegakan Hukum Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Dodi Dharma Cahyadi, mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan otoritas penerbangan Malaysia mengenai kasus pilot Saufi.
"Kami bakal berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan Malaysia mengenai kondisi pilot nan diduga menerbangkan pesawat dalam keadaan terpengaruh narkotika. Hal ini sangat membahayakan keselamatan operasional penerbangan. Mengingat profesinya sebagai pilot, kami juga bakal membahas langkah-langkah penindakan agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·