Pilih Perawatan Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Sekadar Ikut Viral

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Pilih Perawatan Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Sekadar Ikut Viral Cellbooster Night: Exclusive Talkshow with Prilly digelar di Novotel BSD, Tangerang, Jumat (12/6), nan mengusung tema Choose Beauty Wisely. Acara tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dermatologi dan aesthetic medicine untuk membahas pentingnya memilih(Dok. Cellbooster)

DI tengah maraknya tren kecantikan nan berkembang pesat melalui media sosial, para master mengingatkan masyarakat agar tidak memilih perawatan estetika hanya lantaran sedang viral. Setiap perseorangan mempunyai kondisi dan kebutuhan kulit nan berbeda sehingga keputusan menjalani treatment sebaiknya didasarkan pada konsultasi profesional, aspek keamanan, serta kebutuhan kulit masing-masing.

Pesan tersebut mengemuka dalam aktivitas Cellbooster Night: Exclusive Talkshow with Prilly nan digelar di Novotel BSD, Tangerang, Jumat (12/6). Mengusung tema Choose Beauty Wisely, aktivitas tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dermatologi dan aesthetic medicine untuk membahas pentingnya memilih treatment kecantikan secara tepat dan aman.

Brand Ambassador Cellbooster, Prilly Latuconsina, mengatakan masyarakat perlu lebih bijak dalam menentukan perawatan kecantikan nan bakal dijalani. Menurutnya, keputusan menjalani treatment sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren nan sedang ramai diperbincangkan.

"Menurut saya, sebelum memilih treatment kita kudu betul-betul memahami kebutuhan kulit kita sendiri. Jangan hanya lantaran sedang viral alias banyak dibicarakan orang lain. Konsultasi dengan master dan memahami produk nan digunakan itu penting," ujar Prilly dalam keterangannya.

Menurut Prilly, edukasi menjadi semakin krusial lantaran banyak orang sekarang memperoleh info seputar kecantikan dari media sosial nan belum tentu sesuai dengan kondisi kulit masing-masing individu.

Dokter ahli dermatologi asal Swiss sekaligus Global KOL Cellbooster, Dr. Timur Taskesen, menjelaskan bahwa tren estetika dunia saat ini bergerak ke arah prosedur nan lebih minimal invasif, aman, memberikan hasil nan natural, serta mempunyai waktu pemulihan nan relatif singkat.

"Saat ini tren dunia bergerak ke arah perawatan nan minimal invasif, aman, memberikan hasil natural, dan mempunyai waktu pemulihan nan singkat. Namun nan krusial memilih treatment nan sesuai kebutuhan pasien dan menggunakan produk nan telah memenuhi standar keamanan," kata Dr. Timur Taskesen.

Menurutnya, perkembangan teknologi di bagian estetika memungkinkan pasien memperoleh hasil nan lebih optimal dengan kenyamanan nan lebih baik. Namun, aspek keamanan tetap kudu menjadi prioritas utama sebelum seseorang memutuskan menjalani treatment. 

Dr. Timur menambahkan, master maupun pasien perlu memastikan produk nan digunakan mempunyai legalitas nan jelas serta memenuhi standar keamanan dan kualitas nan dipersyaratkan regulator.

Dalam kesempatan sama, dr. Sri Gitalia menyoroti pentingnya edukasi pasien di tengah derasnya arus info kecantikan di media sosial. Menurutnya, konsultasi dengan master menjadi langkah krusial untuk memahami kebutuhan kulit sebelum menentukan jenis perawatan nan bakal dijalani.

"Tidak semua treatment nan sedang viral cocok untuk semua orang. Setiap pasien mempunyai kondisi kulit nan berbeda sehingga memerlukan pendekatan nan berbeda pula," ucapnya. 

Senada dengan itu, dr. Chen Ik Cen menegaskan bahwa legalitas dan keamanan produk kudu menjadi pertimbangan utama dalam setiap tindakan estetika. 

"Legalitas dan keamanan produk kudu menjadi prioritas. Dokter mempunyai tanggung jawab memastikan produk nan digunakan mempunyai dasar ilmiah nan kuat dan telah terbukti aman," katanya.

Sementara itu, dr. Phery Cendres menjelaskan pendekatan individual sekarang menjadi salah satu tren nan semakin berkembang dalam bumi estetika. Menurutnya, setiap pasien mempunyai kebutuhan nan berbeda, mulai dari masalah pigmentasi, elastisitas kulit, hidrasi, hingga jejak jerawat. Karena itu, treatment nan diberikan semestinya disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, bukan sekadar mengikuti pengalaman orang lain alias tren nan sedang populer.

Dalam aktivitas tersebut turut diperkenalkan Cellbooster, premium skin booster asal Swiss nan mengusung teknologi CHAC (Complex Hybrid of Amino Acids Complex). Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pelepasan bahan aktif secara berjenjang ke dalam kulit sehingga mendukung proses regenerasi dan perbaikan kulit dalam jangka waktu nan lebih panjang.

Produk ini disebut telah mengantongi sertifikasi CE dan terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cellbooster juga datang dalam tiga jenis nan ditujukan untuk kebutuhan kulit nan berbeda. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia