Jakarta -
PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) buka bunyi mengenai temuan ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Ratusan pucuk airsoft gun tersebut diklaim milik mereka dan berizin resmi.
"Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya nan 995 pucuk itu berupa airsoft gun," ujar Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, saat dihubungi detikcom, Jumat (7/8/2026).
Alhadid nan juga selaku kuasa dari mantan ketua yayasan berinisial IWD, mengatakan dirinya telah dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga telah memperlihatkan surat izin kepemilikan ratusan pucuk airsoft gun dengan nomor SI/5483-XII/2008 itu ke pihak kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini bakal kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," imbuhnya.
Ia menegaskan dari total 995 pucuk senjata itu berupa airsoft gun, bukan senjata api. Senjata api nan ditemukan hanya ada satu pucuk dan kepemilikannya pun legal, kata dia.
"Kalau senjata api itu bukan punya Lokta, tapi ada pemilinya juga ada izinnya juga, satu (pucuk) jika tidak salah. Pemiliknya kelak saya buka di polres, lantaran itu ada izinnya, dan tidak ada magazennya, tidak ada amunisinya," bebernya.
Mengenai kenapa senjata itu ada di sekolah, Alhadid menjelaskan duduk perkaranya. Ratusan senjata itu disimpan di penyimpanan sekolah berangkaian adanya rencana aktivitas ekstrakurikuler (ekskul) menembak sasaran di sekolah tersebut.
"Pertanyaannya kenapa ada di sekolah yayasan, alasannya lantaran tahun 2020 itu ada kerja sama kita dengan Pak Suryo, dia pembina juga di yayasan tersebut. Waktu itu kita sepakat mau bikin ekskul menembak untuk atlet muda bertepatan dengan Asean Games, menembak sasaran itu lho nan dipencet jalan kertasnya," imbuhnya.
Namun, dikarenakan pihak yayasan saat itu meninggal dunia, sehingga kerja sama itu terhenti. Sehingga, senjata tersebut tetap tersimpan di penyimpanan sekolah sampai saat ini.
"Sekitar tahun 2024 alias 2025 Pak Suryo meninggal, kemudian tidak dilanjut rencananya (kegiatan ekskul menembak)," ungkapnya.
Alhadid menjelaskan bahwa ratusan pucuk airsoft gun nan ada di sekolah tersebut berupa spare part. Sebagian besar sudah tidak bisa dipergunakan lantaran kondisinya berkarat.
"Tapi senjata di sana sudah tidak bisa digunakan lagi lantaran dari tahun 2008, jadi bentuknya spare part, sudah karatan juga," ungkapnya.
Konflik Kepengurusan Yayasan
Menurut Alhadid, pihak yayasan nan saat ini sudah tahu soal adanya senjata nan disimpan di penyimpanan itu. Ia merasa heran pihak yayasan sekolah seakan-akan tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut.
"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.
Alhadid menduga persoalan ini mencuat lantaran ada bentrok di internal kepengurusan yayasan sekolah. Konflik itu terjadi sejak pembina yayasan nan sebelumnya diberhentikan secara sepihak.
"Ternyata saya ulik ada bentrok di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki bentuk dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelasnya.
Mengenai bentrok yayasan ini, Alhadid menyampaikan bahwa pihak yayasan sebelumnya--yang telah dipecat--itu tengah mengusulkan gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Gugatannya mengenai pemberhentian ketua yayasan secara sepihak dan penggunaan rekening pribadi untuk biaya yayasan.
"Sudah ada gugatannya di PN Jakpus perihal pemberhentian pembina dan rekening pribadi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 995 pucuk senjata, termasuk puluhan compact disk (CD) porno dan narkoba itu ditemukan pada tanggal 10-11 Juli 2026. Pihak yayasan sekolah menyebut ratusan senjata itu ditemukan saat yayasan bakal melakukan bongkar muat barang.
Temuan senjata ini dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Saat ini perkara tersebut tetap dalam penyelidikan pihak kepolisian.
(mea/imk)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·