Pelatih timnas Portugal Roberto Martinez(AFP/RONALDO SCHEMIDT )
PELATIH Timnas Portugal, Roberto Martinez, memberikan pertimbangan kritis setelah timnya dipaksa berbagi nomor dengan timnas Republik Demokratik (RD) Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Bertanding di Houston Stadium, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) awal hari WIB, Selecao das Quinas kudu puas dengan skor seri 1-1 meski sempat unggul sigap di awal laga.
Portugal memulai kampanye mereka dengan intensitas tinggi. Gelandang muda Joao Neves sukses membawa Portugal memimpin pada menit keenam, sebuah gol nan semestinya menjadi fondasi untuk mendominasi jalannya pertandingan. Namun, kelebihan tersebut justru membikin permainan Portugal melambat dan kehilangan kreativitas.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Mencetak gol semestinya menjadi momen nan bagus bagi kami, tetapi tidak terjadi demikian. Saya pikir kami kehilangan sedikit ragam dalam serangan, kehilangan fluiditas dalam penguasaan bola, dan membiarkan mereka kembali menemukan corak permainan mereka,” ujar Martinez sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.
Kebangkitan RD Kongo
Penurunan kekuasaan Portugal dimanfaatkan dengan baik oleh RD Kongo. Menjelang turun minum, Yoane Wissa sukses menyamakan kedudukan nan sekaligus meruntuhkan momentum Portugal. Martinez mengakui bahwa gol penyeimbang tersebut menjadi titik kembali nan meningkatkan moral musuh secara signifikan.
“Kepercayaan diri nan mereka dapatkan setelah gol itu membikin pertandingan menjadi sangat sulit, tetapi memang seperti itulah nan terjadi di Piala Dunia,” tambah pembimbing asal Spanyol tersebut.
Statistik Pertandingan (Grup K):
| Skor Akhir | Portugal 1 - 1 RD Kongo |
| Pencetak Gol | Joao Neves (6') | Yoane Wissa (45') |
| Stadion | Houston Stadium, Houston, AS |
| Grup | Grup K |
Evaluasi dan Komitmen Tim
Meski kandas meraih poin penuh di laga perdana, Martinez tetap memberikan apresiasi terhadap mentalitas anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa hasil ini bukan disebabkan oleh kurangnya kerja keras, melainkan masalah teknis dalam membongkar pertahanan musuh nan sudah terlanjur percaya diri.
“Saya sangat puas dengan sikap tim. Ini bukan masalah kurangnya komitmen alias semangat. Kami terus mencoba hingga akhir pertandingan. Kami bisa belajar dan berkembang banyak dari laga ini,” pungkas Martinez.
Hasil seri ini membikin persaingan di Grup K menjadi terbuka. Portugal sekarang dituntut untuk tampil lebih klinis dan imajinatif pada pertandingan berikutnya guna mengamankan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·