Timnas Jepang mengincar sejarah di Piala Dunia 2026.(Dok. Antara)
Tim nasional Jepang menatap Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai partisipan rutin, melainkan sebagai pembuktian nyata dari cetak biru ambisius mereka nan dikenal dengan 'Visi 100 Tahun'. Sejak pertama kali dirancang pada 1992 dengan sasaran juara bumi pada 2092, nan kemudian dipercepat menjadi 2050, progres Samurai Blue terus menunjukkan tren positif nan signifikan.
Edisi 2026 menandai penampilan kedelapan Jepang secara berturut-turut di panggung tertinggi sepak bola bumi sejak debut mereka di Prancis 1998. Berada stabil di posisi 20 besar peringkat FIFA sejak 2023, Jepang sekarang datang dengan status kekuatan dunia nan disegani, didukung oleh kedalaman skuad nan kebanyakan merumput di liga-liga elite Eropa.
Ujian Kedalaman Skuad tanpa Pilar Utama
Meski kudu kehilangan dua pilar dinamis, Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino, akibat cedera, Jepang tetap mempunyai amunisi nan mumpuni. Keberadaan pemain-pemain nan berkompetisi di Liga Primer Inggris dan Bundesliga memberikan elastisitas bagi pembimbing Hajime Moriyasu untuk meramu strategi tanpa kehilangan kualitas individu.
Kepercayaan diri tim sedang berada di titik tertinggi. Bek sayap Yukinari Sugawara menegaskan ambisi besar timnya setelah memastikan tiket kelolosan pada Maret lalu.
"Masa depan kami adalah memenangkan Piala Dunia. Itu adalah perihal utama bagi kami," ujar Sugawara sebagaimana dikutip dari ESPN.
Jadwal Pertandingan Timnas Jepang di Grup F:
| 14 Juni 2026 | Belanda | Matchday 1 |
| TBD | Tunisia | Matchday 2 |
| TBD | Swedia | Matchday 3 |
Dilema Taktis Hajime Moriyasu
Walau mempunyai modal kemenangan berhistoris atas raksasa seperti Brasil, Inggris, Jerman, dan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, tantangan terbesar Jepang justru terletak pada pendekatan taktis mereka sendiri. Gaya bermain pragmatis dan melindungi nan kerap diterapkan Moriyasu di laga krusial sering kali menjadi sasaran kritik.
Di Grup F, ujian pertama bakal langsung tersaji saat menghadapi Belanda pada 14 Juni mendatang. Moriyasu dituntut untuk berani mengambil inisiatif permainan dan tidak hanya mengandalkan serangan kembali cepat. Mentalitas sebagai penantang gelar kudu ditunjukkan melalui kekuasaan di lapangan, bukan sekadar memperkuat dan menunggu momentum.
Target realistis bagi armada Samurai Blue musim panas ini adalah memecahkan kutukan babak 16 besar. Jika bisa menembus perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah, maka angan menjadi penguasa sepak bola bumi pada 2050 bakal semakin mendekati kenyataan, membuktikan bahwa visi besar mereka bukanlah sekadar utopia di atas kertas.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·