Tim Okezone
, Jurnalis-Jum'at, 26 Juni 2026 |14:08 WIB

Partai Perindo, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah (foto: dok ist)
JAKARTA - Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali membayangi sektor industri nasional di tengah tekanan biaya produksi, pelemahan ekonomi global, dan meningkatnya ketidakpastian usaha. Kondisi tersebut dinilai berisiko menekan daya beli masyarakat, mempercepat penyusutan kelas menengah, serta menghalang perputaran ekonomi rakyat.
Menanggapi situasi itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah alias sering disapa Kang Ferry, menilai ancaman PHK nan mulai muncul di sejumlah sektor kudu menjadi peringatan serius bagi pemerintah. Menurut dia, tekanan terhadap bumi upaya saat ini tidak hanya berasal dari perlambatan ekonomi global, tetapi juga meningkatnya biaya produksi nan berakibat langsung terhadap keberlangsungan industri padat karya.
"Ancaman PHK nan muncul hari ini bukan peristiwa nan berdiri sendiri. Kita memandang tekanan biaya produksi akibat pelemahan rupiah, kenaikan biaya energi, tingginya biaya pembiayaan, serta ketidakpastian ekonomi dunia mulai menekan sektor padat karya. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bakal menjalar ke UMKM, perdagangan rakyat, hingga konsumsi rumah tangga nan selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Kang Ferry saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/06/26).
Kekhawatiran tersebut mengemuka setelah muncul proyeksi sekitar 55.000 pekerja berpotensi terdampak PHK akibat persoalan nilai gas industri. Ancaman serupa juga datang dari rencana relokasi dua pabrik komponen otomotif dari Jawa Timur ke Vietnam nan berpotensi berakibat terhadap ribuan tenaga kerja. Situasi tersebut terjadi ketika beragam sektor industri tetap menghadapi tekanan akibat tingginya biaya operasional dan lemahnya permintaan pasar.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·