Peternak: Idealnya Harga Telur dari Kandang Rp 26.500/Kg, di Konsumen Rp 30.000

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Pedagang menimbang telur nan dijual di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/12). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Harga telur di tingkat peternak nan ditetapkan pemerintah Rp 24.000 per kg dinilai belum cukup ideal untuk peternak mendapatkan margin nan diharapkan di tengah kenaikan nilai pakan saat ini.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, mengatakan idealnya telur dari kandang alias di tingkat peternak dibanderol Rp 26.500 per kg.

“Kondisi saat ini dengan kenaikan nilai pakan nan sudah 5 kali, idealnya (harga telur di tingkat peternak) Rp 26.500 (per kg),” kata Suwardi kepada kumparan, dikutip Kamis (16/7).

Dia apalagi menyebut semestinya nilai telur dari peternak Rp 28.000 per kg, karena nomor Rp 26.500 tetap menghitung nilai pakan berupa jagung Rp 5.500 per kg. Sementara saat ini nilai jagung pakan sudah berada di level Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kg.

Namun, menurut dia peternak menilai nilai Rp 26.500 per kg dari peternak adalah nilai ekonomis kebersamaan agar peternak tetap bisa mempertahankan usahanya tanpa memberatkan konsumen.

Menurut Suwandi, jika nilai telur dari peternak Rp 26.500 per kg, maka masyarakat sebagai konsumen akhir bakal menerima telur dengan nilai Rp 30.000 per kg.

Pedagang telur ayam melayani pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/9/2022). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto

“Kalau dihitung secara betul hari ini harusnya dari kandang Rp 28.000 (per kg) baru peternak untung, tapi bagi kami Rp 26.500 (per kg) adalah nilai ekonomis kebersamaan agar peternak bisa bertahan, kelak sampai konsumen Rp 30.000 (per kg) itu tidak kemahalan,” jelasnya.

Meski demikian, dia tetap menilai langkah Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan nilai telur ayam ras Rp 24 ribu per kg adalah misi menyelamatkan peternak agar bisa bertahan. Sebab, saat ini nilai telur dari kandang tetap berada di nomor Rp 22.000 per kg.

“Jadi memang kita berambisi mungkin dengan pemerintah mengharapkan ada kenaikan kelak minimal di nilai Rp 24.500 itu adalah misi pengamanan agar para peternak ini bisa bertahan, tidak terpuruk lantaran kemarin untuk afkir juga sudah banyak nan di-afkir, nilai afkir jatuh sampai Rp12.000,” terangnya.

Sebelumnya Kementan menargetkan nilai telur ayam ras di tingkat peternak naik menjadi Rp 24.000 per kg, sementara nilai live bird alias ayam pedaging hidup ditargetkan sebesar Rp 19.500 per kg. Kesepakatan tersebut mulai bertindak pada 15 Juli 2026.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam rembuk perunggasan nan digelar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berbareng Kementan, asosiasi peternak, pelaku usaha, serta beragam pemangku kepentingan sektor perunggasan pada Senin (6/7).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan