Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |09:12 WIB

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan kondisi persediaan beras pemerintah saat ini. (Foto :Okezone.com/PU)
JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan kondisi persediaan beras pemerintah saat ini berada dalam keadaan sangat kuat. HKTI menegaskan stok beras nasional dinilai kondusif berasas kondisi di lapangan maupun info resmi.
Berdasarkan info Badan Pangan Nasional (Bapanas), persediaan tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4,78 juta ton dan beras komersial sebesar 19,9 ribu ton. Sementara itu, realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri telah mencapai 2,04 juta ton.
"Fakta di lapangan menunjukkan persediaan beras pemerintah dalam kondisi sangat kuat. Gudang-gudang terisi optimal dan pengedaran terpantau dengan baik," kata Ketua HKTI Bachtiar Utomo, Senin (20/4/2026).
Menurut Bachtiar, kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto berbareng Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke sejumlah penyimpanan Bulog menjadi bukti konkret kondisi pangan nasional.
"Jadi pemerintah tidak bekerja berasas asumsi. Hasil pantauan langsung memperlihatkan stok beras nasional berada pada level tinggi, apalagi disebut sebagai salah satu nan terbesar dalam sejarah. Kondisi ini mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga," ujarnya.
Bachtiar menyoroti peningkatan produksi nasional nan signifikan. Dalam satu tahun terakhir, produksi beras mengalami lonjakan nan cukup besar, didorong oleh ekspansi area tanam, perbaikan prasarana irigasi, serta kebijakan nan lebih berpihak kepada petani.
"Ini bukan sekadar nomor di atas kertas. Produksi meningkat nyata, panen bertambah, dan petani merasakan langsung dampaknya," tegasnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·