Petani Sawit Buka Suara Soal Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Senin, 25 Mei 2026 |09:48 WIB

Petani Sawit Buka Suara Soal Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia

Petani sawit merespons rencana pemerintah mewajibkan ekspor sawit melalui satu pintu lewat Danantara Sumberdaya Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA — Petani sawit merespons rencana pemerintah mewajibkan ekspor sawit melalui satu pintu lewat Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Dalam beberapa hari terakhir, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mencatat nilai tandan buah segar (TBS) di sejumlah wilayah sentra produksi turun hingga menyentuh level Rp1.500 per kilogram.

Ketua SPKS, Sabarudin, meminta pemerintah segera turun tangan untuk merespons penurunan nilai dan menstabilkan pasar.

“Kami mencatat kerugian petani sawit tembus puluhan miliar rupiah per hari,” kata Sabarudin, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kebijakan ekspor satu pintu berpotensi membuka ruang terjadinya monopsoni nan dapat menekan nilai TBS di tingkat petani. Dampaknya dinilai tidak hanya menggerus pendapatan petani, tetapi juga menakut-nakuti keberlanjutan produktivitas kebun rakyat.

Banyak petani sekarang mulai mempertimbangkan mengurangi apalagi menghentikan pemupukan lantaran cemas nilai sawit terus turun dan biaya produksi tidak lagi tertutup. Padahal sekitar 40 persen pasokan sawit nasional berasal dari kebun rakyat nan sangat berjuntai pada stabilitas harga.

Jika kondisi ini berjalan lama, produktivitas sawit rakyat diperkirakan bakal menurun dan berakibat pada pasokan sawit nasional.

“Petani trauma dengan kejadian tahun 2015 saat nilai TBS jatuh di bawah Rp1.000 per kilogram. Waktu itu banyak petani sampai menebang sawit dan mengganti lahannya ke komoditas lain lantaran sudah tidak bisa bertahan,” ujar Sabarudin.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com