Petani Australia Kurangi Tanam Gandum Akibat Biaya Naik
Foto Bisnis
Nasywa Fauziah - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2026 22:00 WIB
Australia - Petani Australia mengurangi penanaman gandum dan penggunaan pupuk akibat kenaikan biaya bahan bakar serta pupuk di tengah gangguan pasokan global.
Petani Australia mulai mengurangi penanaman gandum akibat kenaikan nilai pupuk dan bahan bakar. Brocklesby, Australia. REUTERS/Hollie Adams
Selain pupuk, kenaikan nilai bahan bakar juga membebani petani di Australia. Everitt tampak mengisi tangki diesel di area pertaniannya dekat Brocklesby. REUTERS/Hollie Adams
Everitt terlihat menabur bibit gandum menggunakan perangkat penyebar bibit berukuran besar di lahannya dekat Brocklesby. Ia menjadi salah satu dari ribuan petani Australia nan mulai mengurangi penggunaan pupuk. REUTERS/Hollie Adams
Foto udara, Australia diperkirakan mengalami penurunan hasil panen gandum pada musim mendatang. Produksi apalagi diprediksi bisa turun hingga 41 persen jika kondisi kering terus berlanjut. REUTERS/Hollie Adams
Justin Everitt mengaku tahun ini hanya menanam sekitar 50 persen gandum dari rencana awalnya. Kurangnya curah hujan dan naiknya biaya produksi akibat perang di Iran memengaruhi rencana tanam para petani. REUTERS/Hollie Adams
Tumpukan pupuk urea terlihat berada di penyimpanan penyimpanan di Howlong. Australia disebut tetap kekurangan sekitar 600 ribu ton urea akibat terganggunya pasokan dari Timur Tengah. REUTERS/Hollie Adams
Justin Everitt terlihat menuangkan pupuk Monoammonium Phosphate alias MAP ke mesin penabur bibit miliknya. Penggunaan pupuk dilakukan lebih irit untuk menekan biaya produksi pertanian. REUTERS/Hollie Adams
Foto udara, Everitt terlihat menyemprotkan cairan Roundup ke lahan pertaniannya. Ia cemas kondisi musim tanam tahun depan bakal semakin susah jika nilai pupuk tetap tinggi dan unsur hara tanah terus berkurang. REUTERS/Hollie Adams