Perubahan Aturan FIFA Jadi Penyebab Turki dan Haiti Gugur Lebih Cepat?

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Perubahan Aturan FIFA Jadi Penyebab Turki dan Haiti Gugur Lebih Cepat? Piala Dunia 2026.(Dok. FIFA)

PERUBAHAN izin FIFA mengenai penentuan ranking grup di Piala Dunia 2026 rupanya menjadi salah satu aspek nan mempercepat tersingkirnya Turki dan Haiti dari turnamen. Kedua tim sudah dipastikan kandas melaju ke babak 32 besar meski tetap menyisakan satu pertandingan fase grup.

Turki menjadi tim kedua nan angkat koper setelah menelan kekalahan 0-1 dari Paraguay pada laga Grup D. Hasil tersebut menyusul kekalahan 0-2 dari Australia di pertandingan pembuka.

Secara matematis, Turki sebenarnya tetap berkesempatan mengoleksi tiga poin tambahan saat menghadapi tuan rumah Amerika Serikat pada laga terakhir. Namun, poin maksimal nan bisa mereka raih tidak bakal cukup untuk mengubah nasib.

Penyebabnya adalah aturan baru FIFA nan menjadikan rekor pertemuan langsung (head-to-head) sebagai penentu utama namalain tie breaker andaikan dua tim alias lebih mengoleksi poin nan sama. Sebelumnya, selisih gol menjadi referensi pertama.

Karena sudah kalah dari Australia dan Paraguay, Turki dipastikan tidak bisa mengungguli kedua tim tersebut meski nantinya mempunyai selisih gol nan lebih baik. Dengan kata lain, skuad didikan Vincenzo Montella sudah terkunci di dasar klasemen Grup D.

Ironisnya, Turki datang ke turnamen dengan ekspektasi tinggi. Banyak pengamat menilai mereka berpotensi menjadi salah satu kuda hitam nan bisa melangkah jauh.

Namun, produktivitas menjadi masalah utama. Dalam dua pertandingan, Turki melepaskan total 62 tembakan, termasuk 32 percobaan saat menghadapi Paraguay, tetapi kandas memaksimalkannya menjadi gol.

Perubahan izin FIFA tidak hanya mengubah langkah menghitung kesempatan lolos tetapi juga membikin Turki kudu mengakhiri petualangan lebih awal meski fase grup belum sepenuhnya rampung.

Sebelum Turki, Haiti lebih dulu menjadi tim pertama nan tersingkir dari Piala Dunia 2026. Kekalahan 0-3 dari Brasil memastikan wakil Karibia itu tidak mungkin lolos dari Grup C.

Haiti sebelumnya juga kalah tipis 0-1 dari Skotlandia pada laga pembuka. Meski tetap berkesempatan menyamai koleksi poin Skotlandia jika bisa mengalahkan Maroko di pertandingan terakhir, mereka tetap tidak bakal bisa melampaui tim didikan Steve Clarke lantaran kalah dalam pertemuan langsung.

Aturan head-to-head tersebut membikin kesempatan Haiti tertutup lebih sigap dibandingkan format sebelumnya nan mengutamakan selisih gol.

Meski demikian, selisih gol belum sepenuhnya kehilangan peran. Faktor itu tetap bakal digunakan andaikan beberapa tim dari grup berbeda mengoleksi jumlah poin nan sama dalam perebutan tiket ke fase gugur melalui jalur ranking ketiga terbaik. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia