Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM Subsidi melalui program Subsidi Tepat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan penyaluran melangkah sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta mendukung pelayanan daya nan baik bagi masyarakat.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, hasil pengawasan Pertamina di SPBU menemukan sejumlah ketidaksesuaian, antara lain pengisian kepada kendaraan nan tidak sesuai peruntukan, penggunaan QR Code nan tidak sesuai dengan kendaraan, serta transaksi dengan QR Code nan digunakan secara berulang.
Atas temuan tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui Regional Sumbagut telah melakukan pembinaan dan memberikan hukuman kepada pengelola SPBU sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan nan berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan lembaga penyalur menjalankan operasional sesuai ketentuan dan menjaga kewenangan masyarakat nan berkuasa memperoleh BBM Subsidi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengawasan dilakukan secara berkepanjangan untuk memastikan penyaluran BBM Subsidi melangkah tepat sasaran.
"Setiap temuan kami tindak lanjuti melalui pemeriksaan, pembinaan, maupun hukuman sesuai ketentuan. Kami mau memastikan tidak ada praktik nan tidak sesuai nan pada akhirnya mengurangi kewenangan masyarakat nan berkuasa menerima BBM Subsidi," ujar Kitty.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 31 SPBU di Sumatra Barat telah mendapatkan pembinaan maupun hukuman atas beragam ketidaksesuaian dalam penyaluran BBM.
Selain penindakan, Pertamina melakukan penguatan tata kelola SPBU sebagai bagian dari langkah perbaikan berkelanjutan. Pada 2026, 2 SPBU di Sumatera Barat telah dilakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Pertamina Retail, sementara 1 SPBU lainnya tetap dalam proses. Salah satu KSO nan telah melangkah merupakan tindak lanjut hasil pengawasan. Secara keseluruhan, terdapat 6 SPBU di Sumatera Barat nan telah dilakukan KSO.
"Penindakan bukan menjadi akhir dari proses. Kami juga melakukan pertimbangan dan penguatan tata kelola agar standar operasional, kepatuhan, dan kualitas pelayanan SPBU terus meningkat. Dengan demikian, ketepatan sasaran dapat melangkah beriringan dengan pelayanan nan baik kepada konsumen," jelas Kitty.
Pertamina memastikan setiap penindakan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pelayanan dan kebutuhan masyarakat. Pengawasan di Sumatra Barat juga diperkuat melalui koordinasi dengan Polda Sumatra Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.
Pertamina mengimbau seluruh pengelola SPBU untuk menjalankan operasional secara ahli dan sesuai ketentuan. Masyarakat juga diajak menggunakan BBM secara bijak dan sesuai peruntukan serta turut melaporkan indikasi penyalahgunaan penyaluran BBM Subsidi melalui Pertamina Contact Center 135.
"Pertamina berkomitmen menjaga penyaluran BBM Subsidi agar tepat sasaran, melindungi kewenangan masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan kepada konsumen tetap melangkah dengan baik. Kami bakal terus memperkuat pengawasan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan andaikan ditemukan pelanggaran," tutup Kitty.
(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·