Ilustrasi--Kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di SPBU Cikini, Jakarta, Selasa (5/5/2026).(MI/Usman Iskandar)
PT Pertamina (Persero) didorong untuk terus mempercepat langkah transformasi energi bersih dan berkepanjangan di Tanah Air. Langkah strategis ini dinilai krusial agar penerapan daya terbarukan dapat melangkah optimal dan memberikan akibat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Isu transformasi ini mencuat seiring dengan keberhasilan Pertamina menembus daftar bergengsi Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026. Pencapaian tersebut dipandang sebagai momentum emas bagi perusahaan migas pelat merah ini untuk memperkuat posisinya, baik di level regional maupun global.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menyatakan bahwa pengakuan internasional ini merupakan aset branding nan sangat berharga. Namun, dia menekankan bahwa reputasi besar tersebut kudu dibarengi dengan penguatan pelayanan publik dan komitmen nyata pada agenda hijau.
“Posisi ini menjadi branding krusial bagi Pertamina dalam konteks reputasi internasional. Bagaimanapun, Pertamina adalah perusahaan minyak global, sehingga masuk dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026 mempunyai nilai nan sangat strategis,” ujar Tulus dalam sebuah wawancara pada Kamis (18/6).
Jangan Terlena Capaian Internasional
Meski memberikan apresiasi, Tulus mengingatkan agar Pertamina tidak terlena dengan status perusahaan kelas bumi tersebut. Menurutnya, parameter keberhasilan nan paling asasi adalah kualitas pelayanan nan dirasakan langsung oleh konsumen domestik.
Ia menilai, secara umum Pertamina telah sukses menjaga keandalan pengedaran daya di beragam wilayah. Namun, tantangan ke depan bakal semakin kompleks, terutama setelah adanya penyesuaian nilai BBM nan sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu.
“Status perusahaan kelas bumi itu kudu diwujudkan dalam pelayanan nan dirasakan langsung oleh konsumen di dalam negeri,” tegas Tulus.
Fokus pada Green Energy
Selain aspek pelayanan, komitmen terhadap mitigasi perubahan suasana dunia menjadi poin nan tidak kalah penting. Pertamina diharapkan bisa memanfaatkan pengakuan internasional ini untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan green energy di area Asia Tenggara.
Berikut adalah poin-poin utama nan menjadi sorotan mengenai posisi strategis Pertamina saat ini:
| Reputasi Global | Masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026 sebagai perusahaan minyak global. |
| Pelayanan Publik | Meningkatkan kualitas jasa langsung kepada konsumen dan menjaga keandalan distribusi. |
| Transisi Energi | Mempercepat pengembangan energi bersih (green energy) untuk mitigasi perubahan iklim. |
| Keberlanjutan | Memperkuat komitmen korporasi terhadap agenda keberlanjutan di tengah sorotan publik. |
Tulus menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan adalah kunci utama agar reputasi Pertamina tetap terjaga. Dengan memastikan kesiapan daya sekaligus memperkuat transisi ke daya bersih, Pertamina diharapkan dapat menjawab tantangan era sebagai korporasi daya masa depan. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·