Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |08:05 WIB

PT Pertamina Patra Niaga menanggapi info nan beredar di masyarakat mengenai nomor Rp18.040 per liter pada struk pembelian Pertalite. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menanggapi info nan beredar di masyarakat mengenai nomor Rp18.040 per liter pada struk pembelian Pertalite nan disebut sebagai nilai keekonomian BBM. Masyarakat diimbau untuk memperoleh info secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kebijakan subsidi BBM merupakan kewenangan pemerintah dan bukan ditetapkan oleh Pertamina. Dalam perihal ini, Pertalite merupakan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) nan mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk menjaga keterjangkauan nilai bagi masyarakat.
“Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator nan menjalankan dan mematuhi kebijakan pemerintah mengenai penyaluran BBM bersubsidi. Harga jual Pertalite nan dibayarkan masyarakat saat ini merupakan nilai nan telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan beragam aspek sosial dan ekonomi,” jelasnya, Rabu (17/6/2026).
Program subsidi BBM mempunyai tujuan strategis untuk menjaga stabilitas nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi. Kebijakan ini ditujukan terutama untuk membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan mobilitas dan aktivitas sehari-hari dengan biaya nan terjangkau.
Terkait info nilai keekonomian nan tercantum pada struk, nomor tersebut merupakan gambaran nilai ekonomi BBM andaikan dihitung berasas komponen nilai pasar dan biaya penyediaan energi.
Namun demikian, masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai nilai nan telah ditetapkan pemerintah lantaran adanya support subsidi.
Pertamina Patra Niaga juga menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi nan nilai jualnya mengikuti dinamika pasar. Namun, dalam pelaksanaannya, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai daya nasional.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·