Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi melangkah lancar, aman, dan sukses.
Tahun ini juga menjadi tonggak baru lantaran seluruh rangkaian penyelenggaraan haji untuk pertama kalinya dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sejak dibentuk pada 2025.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan sebanyak 220.247 jemaah haji reguler Indonesia telah menuntaskan ibadah di Tanah Suci dan sekarang menjalani proses pemulangan ke Tanah Air. Kloter terakhir dijadwalkan tiba di Indonesia pada 1 Juli 2026.
"Alhamdulillah, amanah besar ini sukses kita selenggarakan dengan sangat baik," kata Qodari, Senin (22/6/2026).
Menurut Qodari, keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini merupakan hasil dari beragam perbaikan jasa nan dilakukan pemerintah sejak sebelum keberangkatan jemaah.
Salah satu terobosan nan dilakukan adalah percepatan pengurusan visa serta pembagian Kartu Nusuk kepada jemaah sejak tetap berada di Indonesia. Kartu Nusuk merupakan identitas digital nan digunakan untuk memudahkan akses layanan, identifikasi, hingga pendampingan jemaah selama berada di Arab Saudi.
Pemerintah juga mengoptimalkan jasa fast track alias Makkah Route sehingga proses keimigrasian dapat diselesaikan lebih sigap dan jemaah tidak perlu mengantre panjang saat tiba di Arab Saudi.
Selain itu, peningkatan jasa dilakukan pada aspek akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama penyelenggaraan ibadah haji.
"Komitmen pemerintah sangat jelas, prioritas pemerintah adalah kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan para jemaah selama beribadah," ujar Qodari.
Penilaian positif terhadap jasa haji juga datang dari sejumlah jemaah. M. Arsad, jemaah berumur 75 tahun asal Jakarta nan telah menunggu keberangkatan selama 12 tahun, mengaku puas dengan pelayanan nan diterimanya selama menjalankan ibadah.
Menurut Arsad, petugas haji sigap memantau kondisi kesehatan jemaah, sementara jasa konsumsi dan pendampingan melangkah dengan baik.
"Alhamdulillah, satu kehormatan nan tak bisa dibayar," katanya.
Hal serupa disampaikan Syaiful, jemaah asal Jakarta Timur. Ia menilai pelayanan petugas di lapangan melangkah baik dan kebutuhan jemaah terpenuhi selama berada di Tanah Suci.
"Makanan berlimpah ruah, apa saja ada. Termasuk di Mina ada es krim," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·