Pertama di RI, Jabar Bakal Punya Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyebut kehadiran pabrik perangkat berat LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) menjadi angin segar bagi industri manufaktur di Jawa Barat hingga nasional. Pasalnya, pabrik tersebut memproduksi perangkat berat berkekuatan listrik (electric heavy equipment) di Indonesia.

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kesiapan perangkat berat merupakan kebutuhan mendasar dalam mengakselerasi pembangunan prasarana di Jawa Barat, mulai dari akses jalan, gedung, saluran air, hingga akomodasi publik lainnya. Hal tersebut diungkapkan olehnya saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik perangkat berat LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, beberapa waktu lalu.

"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya bakal jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor. Kami berambisi izin dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan langsung kepada konsumen tanpa perantara nan panjang, sehingga harganya lebih terjangkau," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut KDM, efisiensi nilai pengadaan perangkat berat bakal berakibat langsung pada penekanan biaya produksi infrastruktur. Hal tersebut pada gilirannya bakal mengefisienkan pengelolaan tata finansial negara, perusahaan, serta sektor-sektor produksi lainnya.

Kehadiran industri ini juga diproyeksikan memberikan pengaruh berganda jangka panjang bagi perekonomian Jawa Barat. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja dari sektor ini diharapkan bisa menjadi pendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.

"Peningkatan IPM bakal berimplikasi langsung pada kesejahteraan penduduk nan bermuara pada perputaran roda ekonomi, lantaran masyarakat mempunyai kepastian pendapatan. Namun dengan satu catatan penting, masyarakat juga kudu dididik untuk mempunyai jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," tegasnya.

Lebih lanjut, Pemda Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memberikan agunan keamanan, kepastian kelancaran investasi, serta kesiapan prasarana pendukung bagi para penanam modal, guna menjaga predikat Jawa Barat sebagai wilayah nan ramah investasi.

Secara khusus, KDM juga menginstruksikan jejeran Pemprov Jabar untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal nan kompeten agar dapat terserap secara optimal oleh ekosistem industri nan baru dibangun ini.

"Kami meminta seluruh jejeran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA alias SMK kelas 12, guna diberikan program training vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil nan siap pakai," tutupnya.

Sebagai informasi, pembangunan LMMI di area Indonesia Green Smart Industrial Park ini bakal dilaksanakan dalam tiga tahap. Fase pertama mencakup pembangunan lini produksi ekskavator dan wheel loader elektrik dengan kapabilitas produksi mencapai 5.000 unit per tahun, nan ditargetkan mulai beraksi penuh pada tahun 2027.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News