Pertama di RI! Bali Akan Punya Taksi Air, Ini Rencana Rutenya

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Kemenhub telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Provinsi Bali melalui pengembangan water taxi dan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Terkait rencana pengembangan water taxi, Dudy menyatakan, merupakan solusi pengganti dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, serta udara, untuk mengurangi kepadatan lampau lintas di Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Badung. Saat ini, PT. ASDP Indonesia Ferry sedang melakukan penyusunan studi Detail Engineering Design (DED). Adapun pekerjaan konstruksi, bakal mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 hingga Juli 2027.

"Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan area pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju area Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit," ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Moda transportasi berbasis laut ini dirancang untuk menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan wilayah Canggu, nan selama ini dikenal sebagai salah satu titik dengan mobilitas tinggi, Pengembangan water taxi merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan mobilitas nan semakin kompleks di Bali.

"Pengembangan jasa water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi nan terintegrasi. Kami berambisi jasa ini dapat menjadi pengganti nan efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan," timpal Direktur Utama ASDP Heru Widodo.

Dorongan terhadap proyek ini juga datang dari Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memandang water taxi sebagai solusi untuk menghubungkan beragam moda transportasi sekaligus mengurai kepadatan lampau lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung nan menjadi pusat aktivitas pariwisata.

Di tahap awal, ASDP berbareng PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kepantasan proyek tersebut. Hasil kajian menunjukkan proyek ini mempunyai prospek untuk dilanjutkan, dengan mempertimbangkan beragam aspek mulai dari pasar, teknis, hingga akibat sosial dan lingkungan.

Dari hasil studi tersebut, lintasan Sekeh menuju Canggu (Berawa) dipilih sebagai rute prioritas. Rute ini dinilai paling potensial untuk memberikan faedah langsung terhadap mobilitas visitor maupun masyarakat setempat.

Penentuan rute dilakukan melalui kajian menyeluruh, termasuk mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran dan kesiapan infrastruktur.

"Melalui pendekatan ini, jasa water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga kondusif dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali," kata Corporate Secretary ASDP Windy Andale.

Saat ini, proyek tersebut tetap memasuki tahap lanjutan berupa penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dan pengurusan perizinan. ASDP berbareng Angkasa Pura Indonesia menargetkan proses ini rampung pada 2026 sebelum diajukan kembali kepada pemerintah untuk mendapatkan keputusan lanjutan.

Ke depan, pengembangan water taxi di Bali diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi alternatif, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem transportasi nan lebih terintegrasi dan berkepanjangan di lokasi wisata unggulan Indonesia.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News