Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Ini Alasannya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan argumen pemerintah tidak meningkatkan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Padahal nilai minyak bumi bergolak imbas perang di Timur Tengah.

Djoko menjelaskan nilai minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) hingga Mei 2026 tetap berada pada level nan relatif aman. Sementara, ICP hingga Mei berada pada level US$ 86 per barel.

Jika ICP tetap berada pada level tersebut, pemerintah tidak menaikan nilai BBM hingga akhir tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk ICP realisasi 2026, sampai dengan bulan Mei US$ 86 per barel. Nah ini nan menyebabkan nilai pertalite dan solar subsidi tetap tidak naik sampai akhir tahun lantaran targetnya dan hanya cukup andaikan ICP mencapai US$ 100 per barel," ujarnya dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Selasa (3/6/2026).

Sebagai informasi, hingga hari ini nilai BBM Pertalite tetap di nilai Rp 10.000 per liter, kemudian untuk BBM jenis solar tetap berada di nilai Rp 6.800 per liter.

Selain itu, pemerintah juga tetap menahan nilai BBM nonsubsidi ialah Pertamax sebesar Rp 12.300 per liter.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak bakal menaikan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi meskipun nilai minyak mentah bumi mengalami kenaikan imbas adanya ketegangan di Timur Tengah.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance