Persoalan Sampah, Legislator Minta Jangan Tunggu PSEL Rampung

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
 Persoalan Sampah, Legislator Minta Jangan Tunggu PSEL Rampung ilustrasi sampah di Jakarta(MI)

KOMISI D DPRD DKI Jakarta mendorong percepatan penanganan sampah dari sektor hulu hingga menengah agar persoalan sampah ibu kota tidak terus menumpuk sembari menunggu pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menegaskan penanganan di tingkat hulu dan menengah kudu menjadi prioritas lantaran pembangunan PSEL diperkirakan memerlukan waktu hingga tiga tahun.

“Jadi kudu lebih dalam lagi gimana kita membantu menyelesaikan dari hulu sama dari menengahnya nih,” ujar Yuke melalui keterangannya, Kamis (28/5).

Menurutnya, penanganan sampah di sektor hulu dapat dimulai melalui sosialisasi pemilahan sampah, penyediaan sarana dan prasarana, hingga ekspansi wilayah penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sementara di sektor menengah, penguatan dilakukan lewat optimasi akomodasi pengolahan seperti TPS 3R, TPST, RDF, hingga pengembangan instalasi biogas. Ia menilai penguatan kelembagaan dan support pembiayaan menjadi aspek krusial agar sistem pengelolaan sampah melangkah efektif.

Yuke mengatakan persoalan sampah Jakarta sekarang menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan Presiden disebut memberikan perhatian unik terhadap penanganan sampah nasional melalui pengawasan dari kementerian terkait.

“Kita mau semua pihak banyak membantu menangani masalah sampah di Jakarta itu bisa selesai. Paling tidak ada progres,” tegas Yuke.

Sementara, Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan menyoroti volume sampah Jakarta nan mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Menurut dia, penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi pengolahan di hilir.

Ia menilai kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di Jakarta. Karena itu, support penduduk dinilai sama pentingnya dengan pembangunan teknologi waste-to-energy nan sekarang didorong pemerintah pusat.

“Apa pun teknologinya, semahal apa pun, jika tidak ada support dari kita semua, termasuk masyarakat, bahwa sampah itu perlu dipilah dari rumah alias dari sumber, nah itu perlu support dari kita semua,” kata Judistira.

Ia memastikan DPRD bakal terus mengawal kebijakan pengelolaan sampah agar sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

“Karena ini kerja semua, dari seluruh nan ada di DKI Jakarta, baik pemerintah maupun masyarakat,” pungkas Judistira. (Far/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia