Cikal Bintang
, Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |21:04 WIB

Persija Berang Bus Persib U-18, Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Rivalitas (dok ileague)
JAKARTA - Manajemen Persija Jakarta marah usai bus tim bus Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 diserang. Persija menegaskan, tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan dengan dalih rivalitas sepak bola.
1. Persija Berang Bus Persib Diserang
Bus Persib U-18 diserang sejumlah oknum di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah pada Minggu (11/10/2026) malam WIB. Insiden tersebut menyebabkan bus mengalami kerusakan, sejumlah koper milik rombongan dijarah, dan satu orang menjadi korban kekerasan fisik.
Informasi awal menyebut bus Persib U-18 sedang dalam perjalanan pulang usai menghadapi Garuda United di Solo, Jawa Tengah dalam kejuaraan EPA U-18. Rombongan tim kemudian berjumpa golongan suporter rival di Rest Area KM 360 Batang.
Bus Persib U-18 kemudian menjadi sasaran penyerangan sejumlah oknum suporter tersebut. Walau begitu, identitas utama pelaku dalam penyerangan tersebut belum dapat dipastikan.
Bus Persib U-18 diserang (Ist)
Akibat penyerangan itu, bus mengalami kerusakan serta sejumlah koper milik rombongan dijarah. Selain itu, media officer Persib Bandung untuk EPA, Pandu Persada, juga dikabarkan mengalami kekerasan fisik.
Manajemen Persija Jakarta mengecam keras tindakan memalukan tersebut. Manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran itu prihatin atas kejadian nan menimpa Persib U-18.
"Persija mengecam keras tindakan penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10) malam," tulis keterangan resmi Persija Jakarta, dikutip pada Senin (12/10/2026).
"Persija menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh korban, khususnya mereka nan mengalami kekerasan fisik. Kami berambisi seluruh personil rombongan dapat segera pulih dari akibat kejadian tersebut," katanya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·