Persib Jaga Budaya dan Sejarah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Persib Jaga Budaya dan Sejarah Ridwan Solehhudin (33) alias Iwonk berbareng patung Bojan Hodak dan Jajan Nurjaman nan dibuatnya di Ciganitri, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.(Antara)

PERSIB Bandung berbareng Grey Art Gallery menghadirkan pameran budaya berjudul Cultura Persib nan berjalan di Grey Art Gallery, Jalan Braga, Kota Bandung mulai 8 Juni hingga 10 September 2026.

Komisaris sekaligus Manajer Tim PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, mengatakan pameran tersebut mengangkat perjalanan, identitas, dan warisan klub sebagai bagian nan tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kota Bandung.

“Cultura Persib merupakan corak penghormatan terhadap perjalanan panjang klub berbareng seluruh pihak nan selama ini menjadi bagian dari ekosistem Persib,” kata Umuh di Bandung, Selasa (9/6).

Umuh mengatakan aktivitas ini menjadi ruang apresiasi terhadap perjalanan panjang Persib nan telah tumbuh berbareng masyarakat selama lebih dari sembilan dekade.

“Pencapaian nan diraih Persib dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat nan selama ini tumbuh berbareng Persib. Karena itu, Cultura Persib kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama,” ujar dia.

Menurut Umuh, pameran tersebut juga menjadi momentum refleksi atas pencapaian berhistoris Persib nan sukses meraih gelar juara Liga 1 Indonesia selama tiga musim berturut-turut pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.

Dia melanjutkan, melalui pameran tersebut, publik diajak memandang bahwa di kembali setiap pertandingan dan trofi terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional nan membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakatnya.

“Melalui pameran ini, kami mau membujuk publik memandang bahwa di kembali setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional nan telah membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakatnya,” ujar dia.

Umuh menilai keberhasilan Persib meraih prestasi dalam beberapa musim terakhir bukan sekadar catatan olahraga, melainkan gambaran konsistensi, kerja keras, dan support beragam pihak nan menjadi bagian dari perjalanan klub.

Menurut dia, Persib selama puluhan tahun tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, kebanggaan, dan kehidupan sosial masyarakat Bandung serta Jawa Barat.

“Momentum ini menjadi semakin berarti lantaran berjalan setelah musim nan berhistoris dan bakal ditutup menjelang dimulainya Super League 2026/2027,” tutur Umuh.

Selama penyelenggaraan pameran tersebut, visitor dapat menikmati 95 karya dan objek nan merepresentasikan sejarah Persib, kultur Bobotoh, identitas Kota Bandung, serta perjalanan klub dari masa ke masa.

Karya-karya tersebut ditampilkan dalam beragam bentuk, mulai dari seni rupa, instalasi visual, mural, arsip sejarah, memorabilia, jersei bersejarah, hingga ruang tematik nan membujuk visitor menelusuri perjalanan Persib lintas generasi. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia