Ilustrasi(Dok Istimewa)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di bawah payung Bakti BCA membujuk pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia mengunjungi Bukit Peramun, Belitung melalui kegiatan familiarization trip nan diselenggarakan pada Minggu (31/5). Bukit Peramun sendiri merupakan salah satu desa Bakti BCA.
Bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), aktivitas ini merupakan upaya Bakti BCA untuk memperluas akses pasar visitor mancanegara bagi Desa Bakti BCA sekaligus meningkatkan daya saing lokasi wisata berbasis masyarakat. Terlebih, Bukit Peramun menawarkan pengalaman nan berbeda mengingat Belitung didominasi oleh wisata pantai.
Seperti diketahui, Bukit Peramun terus menunjukkan ketenaran nan meningkat. Hal ini tercermin dari kenaikan kunjungan visitor mancanegara dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025, serta visitor domestik dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 orang pada 2025.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengungkapkan bahwa aktivitas ini menjadi sarana mempertemukan pengelola desa wisata dengan pelaku industri pariwisata mancanegara agar mereka dapat mengenal secara langsung potensi dan pengalaman wisata nan ditawarkan Bukit Peramun.
Hera menjelaskan Bukit Peramun telah dikelola oleh masyarakat melalui Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Arsel sejak 2006. Desa ini berkembang menjadi destinasi community-based tourism nan mendapat pengakuan nasional, termasuk penghargaan Green Gold ISTA 2019 dan predikat Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia dari MURI pada 2023.
“Dengan menyuguhkan pemandangan rimba alami nan tetap asri, kami percaya desa ini mempunyai potensi tinggi di pasar internasional andaikan didukung dengan akses dan promosi nan tepat. Melalui program ini, kami minta dapat membuka kesempatan kerjasama nan mendorong peningkatan kunjungan visitor mancanegara serta memberikan faedah ekonomi nan berkepanjangan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan,” ujar Hera dilansir dari keterangan resmi, Jumat (5/6).
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak menyusuri area rimba konservasi Bukit Peramun melalui jalur trekking, mengenal tanaman herbal dan endemik unik Belitung, serta mengikuti aktivitas mengambil pohon. Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi digital Virtual Assistance & Kenali Pohon (KePo) nan membantu visitor mengenali beragam jenis tanaman di area tersebut.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju sejumlah titik atraksi wisata alam seperti Batu Kembar, Batu Ampar, dan puncak Bukit Peramun. Para peserta menikmati pemandangan mentari terbenam dari ketinggian, mencicipi sajian kopi dan kuliner lokal, sebelum mengikuti aktivitas pengamatan tarsius, satwa endemik nan menjadi salah satu daya tarik ekowisata Belitung.
“Kehadiran pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia dalam aktivitas ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk membuka kesempatan pasar baru dan memperkuat posisi Bukit Peramun sebagai destinasi ekowisata unggulan Indonesia di kancah global,” tambah Hera. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·