Perlintasan Sebidang di Karet Padat, Antrean Panjang Hingga Angkot Mangkal

Sedang Trending 37 menit yang lalu
Kondisi perlintasan rel JPL 1, TKP taksi listrik tertabrak KRL antara Stasiun Karet-Tanah Abang, Selasa (25/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Perlintasan sebidang JPL 1 Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi salah satu titik nan kerap mengalami kepadatan lampau lintas. Selain antrean kendaraan saat palang perlintasan ditutup, kondisi diperparah oleh pikulan umum nan mangkal di sekitar letak sehingga mempersempit jalur kendaraan.

Pantauan kumparan di letak pada Selasa (25/8), sekitar pukul 09.42 WIB menunjukkan kepadatan kendaraan justru semakin meningkat memasuki siang hari.

Terpantau palang perlintasan rata-rata tertutup setiap 1-2 menit sekali. Pengendara kudu menunggu sekitar 1,5 menit hingga palang kembali dibuka setelah kereta melintas.

Bahkan, beberapa kali palang nan baru terbuka kembali langsung tertutup dalam waktu kurang dari 10 detik. Kondisi tersebut membikin antrean kendaraan belum sempat terurai sebelum kembali kudu berakhir menunggu kereta berikutnya.

Kondisi perlintasan rel JPL 1, TKP taksi listrik tertabrak KRL antara Stasiun Karet-Tanah Abang, Selasa (25/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Antrean kendaraan nan menunggu kereta melintas pun dapat mencapai sekitar 100 meter dari garis perlintasan.

Kepadatan semakin terasa lantaran ruas jalan di sekitar perlintasan relatif sempit, dengan lebar sekitar 5 meter berasas pengamatan di lokasi.

Lebar jalan tersebut hanya memungkinkan sekitar dua mobil berdampingan dengan ruang terbatas bagi kendaraan roda dua. Kondisi ini membikin antrean kendaraan sigap menumpuk ketika palang perlintasan kembali ditutup.

Angkot Mangkal Sebabkan Penyempitan Jalur

Beberapa angkot nan mangkal persis setelah perlintasan JPL 1 Karet menyebabkan penyempitan di sekitar jalur perlintasan, Selasa (25/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Selain gelombang kereta nan melintas, pantauan di letak juga menemukan adanya kendaraan pikulan umum nan berakhir alias mangkal di bahu jalan tepat setelah perlintasan.

Keberadaan angkot tersebut membikin antrean kendaraan nan telah menunggu kereta tidak segera terurai setelah palang dibuka. Kendaraan nan sudah berada di depan perlintasan kudu kembali memperlambat laju lantaran ruang jalan di depan tersendat.

Dalam kondisi tersebut, sejumlah pengendara terlihat mengambil akibat dengan menerobos ketika palang mulai dibuka alias ketika antrean kendaraan belum sepenuhnya bergerak.

kumparan telah menghubungi Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk meminta keterangan mengenai rencana penertiban maupun penanganan kepadatan lampau lintas di sekitar JPL 1 Karet. Hingga tulisan ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Dishub DKI.

Beberapa angkot nan mangkal persis setelah perlintasan JPL 1 Karet menyebabkan penyempitan di sekitar jalur perlintasan, Selasa (25/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

KAI Daop 1 Jakarta mengungkap awal mula kecelakaan nan melibatkan KRL Commuter Line KA 5744B relasi Angke-Manggarai dengan taksi hijau di perlintasan sebidang JPL 1 Karet, antara Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Karet, Senin (24/8) malam sekitar pukul 20.44 WIB.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, berasas info petugas di lokasi, taksi tersebut telah memasuki area perlintasan.

Namun, kendaraan tertahan akibat lampau lintas padat di sisi keluar perlintasan sehingga sebagian badan kendaraan tetap berada di ruang jalur kereta api.

Kereta tertemper mobil taksi hijau di Jalan Karet, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

“Akibat kondisi lampau lintas nan padat di sisi keluar perlintasan, kendaraan tersebut tertahan sehingga sebagian posisi kendaraan tetap berada di ruang jalur kereta api,” kata Franoto dalam keterangannya nan diterima kumparan, Selasa (25/8).

Petugas perlintasan kemudian memberikan peringatan dan mengarahkan pengemudi agar segera menjauh dari jalur kereta api. Namun, KA 5744B nan melintas dari arah Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet kemudian menabrak taksi tersebut.

Pengemudi taksi berbareng tiga penumpangnya dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kendaraan taksi sukses dievakuasi dari jalur sekitar pukul 21.08 WIB. Sementara itu, perjalanan Commuter Line kembali beraksi pada pukul 21.09 WIB setelah proses penanganan di letak selesai.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan