Perkuat Peran Nasional, Jatim Usung Gerbang Baru Nusantara The Next Level

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Perkuat Peran Nasional, Jatim Usung Gerbang Baru Nusantara The Next Level Pencanangan “Gerbang Baru Nusantara The Next Level”.(Dok.Istimewa)

PROVINSI Jawa Timur memproklamirkan “Gerbang Baru Nusantara The Next Level” dengan program nan lebih nyata, capaian terukur, serta faedah nan semakin luas bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.

“Gerbang Baru Nusantara ini tidak hanya sekadar konsep alias jargon. Kita mau konsep ini semakin kuat pemahamannya, semakin nyata implementasinya, dan semakin luas manfaatnya bagi seluruh provinsi di Indonesia,”  kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono di Surabaya, Jumat (16/10).

Jargon “Gerbang Baru Nusantara The Next Level” dihasilkan lewat sebuah Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur  di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590 nan berlayar dari Koarmada II Surabaya menuju Kabupaten Sumenep.

Sarasehan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Sapa Bansos dan Bakti Sosial peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim. Mengusung semangat “Menguatkan Peran Jawa Timur, Menggerakkan Kemajuan Indonesia”, forum tersebut menjadi ruang refleksi dan pertukaran pendapat untuk memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, posisi Jawa Timur sebagai simpul penghubung sekaligus pusat kelebihan bagi Indonesia ditopang tiga bagian utama, ialah Gerbang Talenta, Gerbang Produksi dan Perdagangan, serta Gerbang Konektivitas nan didukung jasa finansial lintas wilayah.

Peran tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, penguatan kapabilitas produksi, hingga penyediaan jasa bagi masyarakat dari beragam daerah. Keberadaan pelabuhan, prasarana logistik, dan jasa tol laut menjadi modal krusial untuk memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah.

“Jawa Timur ini punya peran strategis nan kuat untuk nasional. Bukan saja untuk lampau lintas barang, tetapi juga didukung konektivitas logistik, termasuk jasa tol laut nan banyak melalui Surabaya. Ini menjadi nilai tambah bagi Jawa Timur,” katanya.

PERLUASAN LAYANAN
Penguatan peran lintas wilayah juga tecermin melalui ekspansi jasa finansial Bank Jatim, termasuk pembukaan instansi bagian di Balikpapan, serta penyelenggaraan misi jual beli untuk memperluas pasar produk Jawa Timur.

“Dalam perdagangan, misi jual beli antar provinsi apalagi bisa dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Hasilnya, Jawa Timur bisa mencatatkan surplus perdagangan. Produk-produk Jawa Timur diminati tidak hanya di beragam wilayah di Indonesia, tetapi juga di pasar dunia. Inilah nan kita sorong melalui Gerbang Baru Nusantara The Next Level,” tambahnya.

Adhy menekankan bahwa sarasehan kudu menghasilkan pemetaan kekuatan, tantangan, dan langkah penguatan berasas kebenaran serta info agar konsep Gerbang Baru Nusantara semakin nyata implementasinya.

“Apa nan sudah kuat kita sebagai Gerbang Baru Nusantara, kebenaran nan konkrit sudah ada dan kudu kita pertahankan. Kedua, apa nan perlu diperbuat, jika tetap ada nan bolong diidentifikasi,” jelasnya.

“Berikutnya langkah arah kebijakan program dan aktivitas konkrit nan betul-betul mendukung dan menunjukkan bahwa Jawa Timur diakui provinsi lain,” bebernya.

MOMENTUM PENTING
Sejalan dengan perihal tersebut, pengamat sosial Jawa Timur sekaligus akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim AS mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat dan mengoptimalkan penerapan Gerbang Baru Nusantara.

Menurutnya, periode kedua kepemimpinan Gubernur Khofifah berbareng Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menjadi momentum krusial untuk memperluas akibat visi tersebut melalui peningkatan keahlian seluruh perangkat daerah.

“Gerbang Baru Nusantara kudu betul-betul menjadi tantangan sekaligus daya bagi seluruh perangkat wilayah untuk naik level. Bukan sekadar menjadi visi tertulis alias jargon, melainkan sumber inspirasi bagi setiap langkah dan kebijakan pembangunan di Jawa Timur,” ujarnya.

Surokim menilai, setiap perangkat wilayah perlu menerjemahkan visi tersebut ke dalam sasaran nan konkret, terukur, dan berorientasi pada dampak. Keunggulan di masing-masing bagian kudu terus dikembangkan agar Jawa Timur bisa menjadi rujukan nasional sekaligus memperluas kiprahnya di tingkat global.

“Yang kudu didorong sekarang adalah gimana setiap perangkat wilayah bisa menghasilkan akibat nyata. Jangan hanya berorientasi pada penyelesaian program rutin, tetapi gimana program tersebut memberikan nilai tambah, menciptakan perubahan, dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru pembangunan nasional,” jelasnya.(E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑