Perkuat Literasi dan Kompetensi Keamanan Siber Generasi Muda Lewat Program Internasional

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Perkuat Literasi dan Kompetensi Keamanan Siber Generasi Muda Lewat Program Internasional Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah meningkatnya ancaman digital dan pesatnya transformasi teknologi, keahlian memahami keamanan siber sekarang menjadi kebutuhan krusial bagi generasi muda.

Menjawab tantangan itu, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melalui Program Studi Informatika menghadirkan rangkaian CS4ALL Indonesia Workshop sebagai upaya memperkuat literasi dan kompetensi keamanan siber bagi mahasiswa, siswa SMK, organisasi pendidikan, dan masyarakat. 

Program berjudul Cybersecurity for All (CS4ALL) ini merupakan bagian dari Erasmus+ Capacity Building in Higher Education Project No: 101083009 nan berfokus pada penguatan pendidikan, literasi digital, dan kapabilitas keamanan siber secara inklusif.

Lewat penerapan Work Package 6 (WP6) Dissemination and Communication, CS4ALL tidak hanya jadi program diseminasi pengetahuan, tetapi juga ruang pembelajaran nan menghubungkan teori, praktik, laboratorium, pengalaman industri, dan kebutuhan nyata bumi digital.
Kepala Program Studi Informatika UPJ sekaligus Team Leader CS4ALL UPJ Ida Nurhaida mengatakan keamanan siber sekarang bukan lagi kompetensi eksklusif kalangan teknis, melainkan keahlian krusial nan perlu dipahami generasi muda sejak dini.

“Bagi kami, keberhasilan CS4ALL tak hanya dilihat dari jumlah peserta nan hadir, tapi dari sejauh mana peserta mendapat pengalaman belajar nan relevan, mengalami peningkatan pemahaman, dan mulai bisa memandang keamanan siber sebagai kompetensi krusial di era digital,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan rangkaian workshop dirancang secara berjenjang mulai dari pengenalan konsep dasar keamanan digital, pemahaman ancaman siber, praktik monitoring, hingga pengenalan Security Operations Center (SOC) dan incident response.

Salah satu kekuatan CS4ALL Indonesia Workshop adalah kerjasama multipihak nan mempertemukan bumi akademik dan industri. Kegiatan ini melibatkan UPJ, IPB University, Swiss German University, serta mitra industri seperti MANTA, Xellar, Normies, CoinEx, Space ID, dan BlockDevId.

Kolaborasi tersebut memungkinkan peserta tidak hanya memahami teori keamanan siber di ruang kelas, tapi juga memandang langsung penerapan teknologi keamanan digital dalam ekosistem Web3, monitoring ancaman, keamanan sistem, hingga penanganan kejadian siber.

Rangkaian workshop terdiri atas lima tema utama, mulai dari Blockchain Fundamentals and Secure Digital Systems, Cybersecurity Awareness and Threat Intelligence, Understanding Threat Landscape and Honeypot Fundamentals, Hands-on Honeypot Deployment and Threat Monitoring, hingga Security Operations Center and Incident Response Practices.
Melalui pendekatan berbasis praktik, peserta diperkenalkan pada ancaman digital sehari-hari seperti phishing, malware, pencurian data, tautan berbahaya, proses monitoring, dan investigasi ancaman siber.

Hasil pertimbangan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh sesi workshop. Pada workshop blockchain security, rata-rata skor peserta meningkat dari 52% menjadi 74%. Workshop cybersecurity awareness untuk siswa SMK meningkat dari 50,6% menjadi 74,2%.
Peningkatan juga terlihat pada workshop threat landscape dan honeypot fundamentals dari 54,8% menjadi 76,5%. Adapun sesi hands-on honeypot deployment meningkat dari 56,2% menjadi 78,4%. Adapun workshop Security Operations Center dan incident response mencatat peningkatan tertinggi, dari 57,4% menjadi 80,6%.

"Melalui program ini, peserta mulai memahami pola ancaman digital, membaca log aktivitas mencurigakan, mengenali serangan sederhana, hingga memahami alur dasar respons kejadian siber," terang Ida.

Ida mengatakan bagi mahasiswa, CS4ALL jadi penguatan awal terhadap kompetensi keamanan siber nan relevan dengan kebutuhan industri digital. Adapun bagi siswa SMK, aktivitas ini membantu membangun kesadaran digital sejak awal agar lebih kondusif dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

"UPJ menilai penguatan literasi keamanan siber jadi kebutuhan mendesak di era digital. Maka itu, lewat pemanfaatan Cyber Security Laboratory, kerjasama industri dan program internasional, kampus terus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik nan relevan dengan kebutuhan bumi kerja," terangnya.

Ke depan, hasil workshop ini bakal dikembangkan jadi program training lanjutan, micro-credential, sertifikasi kompetensi, hingga aktivitas capacity building bagi mahasiswa, siswa sekolah, guru, dan komunitas. "Melalui CS4ALL, kami menegaskan komitmen turut membangun talenta digital Indonesia nan tak hanya melek teknologi, tapi juga mempunyai kesiapan menghadapi tantangan keamanan siber di masa depan," tutup Ida. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia