Sebuah keajaiban dan momen luar biasa terjadi di Desa Daniwato, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT. Seorang ibu berjulukan Angelina Niron sukses melahirkan tiga bayi laki-laki sekaligus namalain kembar tiga, padahal berasas hasil pemeriksaan USG sebelumnya hanya terdeteksi dua janin.
Kelahiran nan menggembirakan namun penuh tantangan ini terjadi pada Jumat (17/4) pagi, sekitar pukul 07.35 WITA di Polindes Pamakayo.
Bidan nan menangani persalinan tersebut, Yohana Natalia, selaku Bidan Kontrak Desa Daniwato, menceritakan kronologinya. Awalnya, dia mendapat berita melalui WA bahwa Angelina Niron mulai merasakan tanda-tanda bakal melahirkan.
"Saat diperiksa, rupanya sudah ada tanda-tanda persalinan. Padahal berasas USG terakhir, usia kehamilan baru 32-33 minggu dan agenda persalinan diperkirakan tanggal 11 Juni 2026. Selain itu, USG juga hanya menunjukkan janin kembar dua," ungkap Bidan Natalia.
Mengingat kondisi kehamilan nan berisiko, rencana awal adalah membawa ibu ke RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka. Namun lantaran proses persalinan melangkah sangat cepat, pasien disinggahkan terlebih dulu di Polindes Pamakayo untuk pemeriksaan lanjutan.
"Sesampainya di Polindes, dicek rupanya pembukaan sudah lengkap. Mau dirujuk ke rumah sakit sudah tidak memungkinkan, akhirnya terpaksa dilakukan persalinan di tempat," tandasnya.
Proses Persalinan Penuh Tantangan
Proses kelahiran berjalan bertahap. Bayi pertama lahir pada pukul 07.35 WITA dengan berat badan 1,6 kg dengan posisi kepala dulu. Bayi kedua lahir pada pukul 07.50 WITA dengan berat 1,5 kg, dan bayi ketiga lahir pada pukul 08.10 WITA dengan berat 1,5 kg.
"Ketiganya berjenis kelamin laki-laki," ungkap Natalia.
Uniknya, bayi kedua dan ketiga lahir dengan posisi sungsang alias kaki lebih dulu. Karena berat badan ketiga bayi tergolong di bawah normal (prematur), ibu dan ketiga bayinya segera dirujuk ke RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka untuk mendapatkan perawatan intensif guna memastikan kondisi mereka tetap stabil dan sehat.
Pengalaman Pertama Bidan Natalia
Bidan Yohana Natalia mengaku, ini adalah pengalaman pertamanya dalam pekerjaan kebidanannya menangani kasus kelahiran kembar tiga. Ini juga merupakan sejarah baru di Desa Daniwato.
"Perasaan saya kombinasi aduk, mulai dari cemas, sedih, hingga sangat ceria lantaran bisa membantu menyelamatkan empat nyawa sekaligus (ibu dan tiga bayi). Ini betul-betul pengalaman nan luar biasa dan pertama kali bagi saya," tuturnya dengan haru.
Kabar kelahiran kembar tiga ini pun menjadi buletin menggembirakan bagi masyarakat setempat, sekaligus membuktikan ketangguhan tenaga kesehatan dalam menangani situasi darurat medis.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·