Peringatan Dini BMKG, Waspada Potensi Hujan Lebat hingga 2 Maret 2026

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |07:21 WIB

Peringatan Dini BMKG, Waspada Potensi Hujan Lebat hingga 2 Maret 2026

Peringatan Dini BMKG, Waspada Potensi Hujan Lebat hingga 2 Maret 2026 (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia periode sepekan kedepan, pada 24 Februari hingga 2 Maret 2026.

1. Peringatan Dini BMKG

Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan kejadian atmosfer pada beragam skala, baik global, regional, maupun lokal, tetap bakal memberikan akibat signifikan terhadap cuaca di Indonesia. 

Selain itu, kejadian Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tetap terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. 

"Aktivitas MJO diperkirakan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia," tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

BMKG juga memprakirakan gelombang Kelvin aktif di Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. 

Selain itu, Gelombang Equatorial Rossby diprediksi aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan. 

"Kondisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut," tulisnya. 

Tidak hanya itu, BMKG mengungkapkan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia juga dipengaruhi sistem tekanan rendah nan berada di Samudra Hindia barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik nan terbentuk di Laut Sulu, Perairan Utara Papua, dan Kalimantan Barat. 

Sistem-sistem ini membentuk wilayah perlambatan kecepatan (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Samudra Hindia barat daya Lampung, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, Pesisir Kalimantan Timur, dan di Pesisir utara Papua. 

Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik maupun di sepanjang wilayah konvergensi alias konfluensi tersebut.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com