Perdana WFH ASN: Kendaraan Berkurang Signifikan, Lalin Jakarta Lancar

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat ada penurunan volume kendaraan di Jakarta imbas kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), Jumat (10/4).

"Hari ini ada perbedaan nan cukup signifikan dilihat dari volume kendaraan masyarakat nan memanfaatkan kebijakan WFH ini terlihat dari pantauan arus lampau lintas. Kira-kira 9.20 WIB dari pagi tadi, kami pantau memang ada pengurangan volume nan cukup signifikan. Jakarta hari ini lebih lancar," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin saat dihubungi.

Komarudin menyebut sejumlah ruas jalan seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Asia Afrika hingga Jalan Gerbang Pemuda nan biasanya macet, hari ini terpantau lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di beberapa ruas jalan seperti Sudirman nan dari arah selatan ke utara, kemudian utara ke selatan juga demikian juga demikian. Kemudian berjumpa beberapa ruas jalan lain seperti Asia Afrika, Gerbang Pemuda, nan memang biasanya di Layang Ladokgi itu terjadi antrean nan cukup panjang sampai jam segini," tuturnya.

Kendati demikian, Komarudin menyebut tetap ada beberapa titik kemacetan. Kata dia, kemacetan terjadi lantaran pertemuan kendaraan alias crossing di beberapa titik. Misalnya di wilayah Slipi dan Semanggi.

"Kita ketahui di situ ada off ramp dari dalam tol nan bakal ke luar ke Semanggi itu crossing dengan, nan pertama ada crossing dengan jalus busway, kemudian crossing juga dengan nan dari arteri dari Slipi ke arah Semanggi. Ditambah lagi crossing-an nan dengan ada di jalan mini dari Benhil. Terus termasuk juga crossingan dari Semanggi mau ke Sudirman, dari Benhil mau ke arah Cawang," ucap dia.

Sebelumnya, Pemerintah resmi menerapkan sistem WFH bagi ASN satu hari seminggu setiap hari Jumat demi efisiensi daya menghadapi bentrok global. Pemerintah juga membatasi penggunaan mobil dinas dan mendorong penggunaan transportasi publik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan kebijakan WFH tersebut bakal menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun.

"Potensi penghematan dari kebijakan Work from Home ini nan langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM," ujarnya dalam konvensi pers daring, Selasa (31/3).

(dis/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional