Jakarta -
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengusulkan pembangunan penyimpanan logistik musibah di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Suharyanto menyebut penyimpanan logistik ini nantinya bakal mempercepat proses penyaluran support kepada masyarakat
Hal itu diungkapkan Suharyanto di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat rapat koordinasi penanganan pascagempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8). Usulan ini mendapatkan respons positif dari Presiden Prabowo.
Suharyanto menyebut, banyak penyimpanan logistik BPBD di beragam wilayah dalam kondisi kosong sehingga pemerintah wilayah kesulitan memberikan respons sigap pada fase awal bencana. Keterbatasan stok logistik ini menjadi hambatan utama dalam respons darurat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika terjadi gempa kemarin, wilayah itu tidak bisa melakukan banyak lantaran gudang-gudang logistik BPBD kosong," kata Suharyanto dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Melalui usulan ini, setiap BPBD diharapkan mempunyai buffer stock logistik dasar, seperti sembako, selimut, tenda, dan matras nan nantinya dapat langsung disalurkan kepada masyarakat saat musibah terjadi. Suharyanto memperkirakan kebutuhan stok logistik dasar per wilayah berkisar antara Rp 5 miliar-Rp 10 miliar.
"Kami sarankan ke depan masing-masing kabupaten/kota punya logistik, buffer stok siap. Sehingga ketika ada bencana, bisa memberikan support awal kepada masyarakat," ujarnya.
"Itu nan mengakibatkan masyarakat teriak-teriak belum dapat bantuan. Padahal bantuannya sedang dalam perjalanan," imbuhnya.
Suharyanto menambahkan, penguatan kapabilitas logistik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar support dasar dapat diterima penduduk terdampak secara cepat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat dan mengurangi penderitaan masyarakat di wilayah rawan bencana.
(wnv/whn)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·