Perang AS-Israel vs Iran Picu Kenaikan Harga BBM, Waspada Inflasi

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |19:16 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Picu Kenaikan Harga BBM, Waspada Inflasi

Perang AS-Israel vs Iran Picu Kenaikan Harga BBM, Waspada Inflasi (Foto: Freepik)

JAKARTA - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran berpotensi mengerek nilai minyak bumi dan berakibat luas terhadap perekonomian. Kondisi tersebut bakal memicu terjadinya inflasi.

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan, akibat awal memang berasal dari lonjakan nilai minyak, namun pengaruh rambatannya bakal jauh lebih luas. 

Dia menilai dengan adanya kenaikan nilai daya maka bakal meningkatkan biaya pengedaran dan produksi, sehingga tekanan inflasi bakal semakin kuat.

"Jadi, dampaknya tentu ke inflasi dan kebijakan moneter. Memang, sebagai triggernya adalah dari minyak. Biaya logistik pangan juga bakal ter-drive, apalagi nilai pupuk dan petrokimia juga bakal terdorong. Akibatnya tekanan inflation-nya juga bakal naik, serta ekspektasi inflasi juga bakal terdorong dan tentu bakal meningkat," kata Rizal di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Rizal menambahkan, dalam situasi ketidakpastian dunia seperti ini, pasar finansial biasanya masuk ke mode risk-off. Investor condong mengalihkan biaya ke aset kondusif seperti dolar AS, nan berakibat pada pelemahan mata duit negara berkembang, termasuk Rupiah.

Kondisi tersebut membikin otoritas moneter, diperkirakan bakal lebih konsentrasi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dibandingkan melonggarkan kebijakan suku bunga.

"Jadi penanammodal bakal pindah ke dolar US, biasanya mata duit emerging market juga bakal melemah, padahal situasi kondisi ekonomi dan juga pasar duit kita juga sedang mengalami tantangan cukup berat. Dan bagi otoritas moneter, ini tentu bakal menjadi lebih konsentrasi kepada menjaga Rupiah daripada menurunkan suku bunga," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com