Perang AS-Iran Makan Korban: Thailand Bakal Ngutang Rp195 T

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Tetangga RI, Thailand, sekarang dalam kondisi tak baik-baik saja lantaran perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Negara itu akhirnya menyetujui paket pinjaman darurat sebesar US$12,2 miliar (Rp195,2 triliun) pada Selasa (5/52026) untuk mengurangi akibat ekonomi dari perang di Timur Tengah.

Kabinet mengatakan biaya tersebut bakal digunakan untuk meningkatkan pengeluaran domestik dan meringankan kesulitan ekonomi lantaran inflasi meningkat dan pertumbuhan melambat. Sebelumnya pemerintah merevisi pertumbuhan menjadi 1,6% dari 2,4% tahun lalu.

Pinjaman sekitar 400 miliar baht itu bakal disalurkan dari Juni hingga September. Ini mencakup support untuk lebih dari 20 juta orang berpenghasilan rendah di bawah skema "Warga Thailand Saling Membantu" pemerintah untuk meringankan biaya hidup.

"Dana tersebut juga bakal digunakan untuk mendukung daya alternatif," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Ekniti Nitithanprapas dalam konvensi pers setelah rapat kabinet.

Hal sama juga ditegaskan Perdana Menteri (PM) Anutin Charnvirakul. Ia menyebut pinjaman tersebut sebagai "alat untuk memajukan negara dan mencegah pelemahan ekonomi".

"Kita bakal melewati krisis ini bersama-sama," katanya kepada wartawan.

Pinjaman itu merupakan nan terbesar di Negeri Gajah Putih dalam beberapa dasawarsa terakhir. Jumlah pinjaman tersebut termasuk nan tertinggi dalam sejarah baru-baru ini, tetapi di bawah level nan terlihat selama krisis finansial Asia 1997 dan tahun-tahun pandemi Covid-19.

Utang publik mencapai 66,38% dari PDB negara pada bulan Maret, di bawah pemisah 70% dan pinjaman baru tersebut tidak bakal melampaui pemisah tersebut, kata menteri keuangan. Inflasi inti Thailand sendiri diperkirakan mencapai 3,0% tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,3%.

(sef/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News