
Penyerahan Jabatan Kabais, Pengamat Nilai Jadi Ujian bagi TNI (Ilustrasi/Dok Okezone)
JAKARTA – Letjen Yudi Abrimantyo menyerahkan kedudukan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Rabu (25/3/2026). Jabatan tersebut diserahkan di tengah mencuatnya dugaan keterlibatan personel Bais TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus.
"Ini merupakan sinyal TNI sedang menghadapi ujian serius. Bukan hanya soal disiplin internal, melainkan menyangkut legitimasi institusional di ruang publik," kata analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Ia menilai, dari perspektif militer, langkah menyerahkan kedudukan Kepala Bais TNI langsung kepada Panglima TNI itu, mencerminkan pola klasik dalam manajemen krisis organisasi bersenjata, ialah sentralisasi kendali untuk stabilisasi cepat.
Menurutnya, dalam struktur militer, terutama pada satuan strategis seperti Bais TNI, setiap pelanggaran oleh personel tidak pernah dianggap berdiri sendiri. Peristiwa ini bakal dibaca sebagai potensi gangguan terhadap rantai komando, kohesi satuan, dan apalagi keamanan informasi.
Langkah ini sekaligus dibaca sebagai upaya "sterilisasi organisasi", membersihkan potensi residu bentrok di dalam tubuh Bais TNI agar kegunaan intelijen strategis tetap melangkah tanpa gangguan.
Ia menilai, kasus ini pada akhirnya bakal bermuara pada satu titik krusial ialah peradilan militer. Di sinilah TNI betul-betul diuji. Publik bakal menilai apakah proses norma melangkah transparan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·