
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)
PEMBALAP asal Indonesia, Veda Ega Pratama, terus mencuri perhatian di panggung Moto3 2026. Namun, sebuah pola unik membayangi performanya musim ini, dia kerap kesulitan mengamankan posisi start ideal di sesi kualifikasi, tetapi beralih bentuk menjadi sosok nan sangat garang dan kompetitif begitu lampu hijau balapan utama menyala.
Fenomena naik-turunnya performa pembalap asal Gunungkidul ini memicu tanda tanya besar di kalangan pencinta balap Tanah Air. Mengapa kecepatan nan begitu impresif saat hari Minggu seolah tersembunyi di hari Jumat dan Sabtu? Jawabannya rupanya berangkaian erat dengan strategi pengembangan teknis nan diterapkan oleh timnya.
1. Strategi Tim
Pengamat MotoGP Tanah Air, Hendry Wibowo, membeberkan dinamika internal nan terjadi di dalam kandang mobil Honda Team Asia. Berdasarkan obrolan langsung dengan ayah Veda, Sudarmono (Bang Momon), terungkap bahwa tim pabrikan tersebut sangat aktif melakukan penelitian dan pembaruan mekanis di setiap pergantian sesi.
"Honda Team Asia ini selalu melahirkan penemuan baru pada motor di setiap sesinya. Entah itu perubahan pada sistem suspensi alias komponen krusial lainnya. Hal ini menuntut Veda untuk terus menerus menyesuaikan style balapnya dalam waktu nan sangat singkat," ungkap Hendry dalam program youtube Morning Zone by Okezone, dikutip Selasa (2/6/2026).
Modifikasi nan tiada henti dari sesi latihan bebas hingga menjelang kualifikasi sering kali menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, tim berupaya mencari pemisah performa tertinggi dari motor. Namun di sisi lain, penyesuaian style berkendara Veda dengan set-up motor nan tetap asing membuatnya tampil kurang maksimal di sesi penentuan posisi start.
Veda Ega Pratama melaju di Moto3 Italia 2026 (Foto: Honda Team Asia)
“Kalau apa nan kita belajar di seri Catalunya kemarin, ya mungkin ya development nan dilakukan oleh Honda Team Asia di motor di saat-saat latihan bebas sampai kualifikasi mungkin tidak terlalu cocok dengan penyesuaian style balap dari Veda dan itu nan membikin Veda sedikit memulai Catalunya ini dengan tidak terlalu baik,” sambung Hendry.
“Lalu mungkin jika kita belajar lagim saat ya podium ya di Brasil saat itu Veda sudah kencang sejak hari Jumat dan mungkin saat itu development nan dilakukan oleh team Honda Team Asia sudah baik sejak hari Jumat (hingga akhirnya finis di podium),” imbuhnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·