Penyebab Revolusi Prancis dan Runtuhnya Monarki Absolut di Eropa

Sedang Trending 3 jam yang lalu

penyebab revolusi prancis – Penyebab revolusi prancis terasa sangat berkawan jika memandang gelombang demo dan kemarahan publik di Indonesia akhir-akhir ini akibat kebijakan pemerintah nan dinilai ugal-ugalan.

Di Prancis abad ke-18, rakyat juga sudah sangat capek hidup kelaparan sementara penguasa enak-enak berpesta dari duit rakyat. Kemarahan nan memuncak itu akhirnya meledak, menggulingkan raja, dan merombak sejarah bumi selamanya. Yuk, simak kronologi dan dampaknya di tulisan ini sampai tuntas! 

Apa Itu Revolusi Prancis?

Revolusi Prancis adalah peristiwa perubahan besar dalam bagian politik dan sosial di Prancis nan dimulai pada 1789 dan secara konvensional berhujung pada 1799.

Peristiwa ini mengguncang sistem monarki absolut serta menyebarkan pendapat tentang kebebasan, kesetaraan, dan kewenangan penduduk negara.

Latar Belakang Revolusi Prancis

Sebelum revolusi meletus pada 1789, masyarakat Prancis terbagi menjadi tiga golongan sosial dengan kewenangan dan tanggungjawab nan tidak seimbang.

Meskipun golongan ketiga mencakup sebagian besar penduduk, mereka menanggung beban pajak nan berat dan mempunyai pengaruh politik terbatas dibandingkan golongan nan memperoleh kewenangan istimewa.

Pembagian Golongan Masyarakat Prancis Sebelum Revolusi

Sebelum revolusi, masyarakat Prancis terbagi menjadi tiga golongan dengan kewenangan dan tanggungjawab nan berbeda. Ketidakadilan sosial itu membikin rakyat menuntut perubahan.

  • Golongan Pertama (Kaum Rohaniwan): Golongan ini terdiri dari pemuka kepercayaan nan mempunyai pengaruh besar dan sejumlah kewenangan istimewa. Sebagian anggotanya juga menikmati pendapatan serta pembebasan pajak tertentu.
  • Golongan Kedua (Kaum Bangsawan): Golongan ini mempunyai tanah, pengaruh politik, dan akses terhadap kedudukan krusial kerajaan. Hak spesial mereka memperbesar ketimpangan dengan masyarakat biasa nan menanggung beban pajak.
  • Golongan Ketiga (Kaum Borjuis dan Rakyat Jelata): Golongan ini mencakup pedagang, pekerja kota, dan petani nan menjadi kebanyakan masyarakat Prancis. Mereka menanggung banyak tanggungjawab pajak dan menuntut kewenangan politik nan lebih setara.

Faktor Penyebab Revolusi Prancis

Revolusi Prancis dipicu oleh beragam persoalan politik, ekonomi, dan sosial nan membikin rakyat semakin tidak puas terhadap kerajaan. Berikut lima aspek utama penyebabnya.

1. Kekuasaan Monarki Absolut nan Sewenang-wenang

Sistem monarki absolut memberi kekuasaan besar kepada raja tanpa cukup melibatkan rakyat. Kondisi ini membikin masyarakat menuntut pemerintahan nan lebih setara dan terbuka.

2. Krisis Ekonomi Parah dan Kebangkrutan Negara

Utang perang dan pengeluaran besar kerajaan membikin finansial Prancis mengalami krisis. Situasi makin jelek saat kandas panen membikin nilai roti naik dan rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Ketidakadilan Sistem Pajak nan Menindas Rakyat

Golongan ketiga menanggung sebagian besar beban pajak, sementara bangsawan dan rohaniwan mendapat banyak kewenangan istimewa. Ketidakadilan ini memperbesar kecemburuan sosial dan memicu kemarahan rakyat.

4. Munculnya Gagasan Baru dari Tokoh Masa Pencerahan

Montesquieu, Voltaire, dan Jean-Jacques Rousseau memperkenalkan buahpikiran tentang kebebasan, kesetaraan, dan pembatasan kekuasaan pemerintah.

Pemikiran mereka membikin masyarakat mempertanyakan monarki absolut dan memperjuangkan pemerintahan nan lebih adil.

5. Dipengaruhi Keberhasilan Revolusi Amerika Serikat

Prancis membantu perjuangan kemerdekaan Amerika Serikat dengan support militer dan uang. Keberhasilan revolusi itu menginspirasi masyarakat Prancis untuk memperjuangkan kebebasan dan kewenangan rakyat.

Tokoh-tokoh Penting dalam Revolusi Prancis

Revolusi Prancis melibatkan sejumlah tokoh dari family kerajaan, golongan revolusioner, hingga kalangan militer.

Masing-masing mempunyai peran dalam perubahan politik nan mengubah sejarah Prancis.

  • Raja Louis XVI dan Marie Antoinette: Louis XVI merupakan raja Prancis ketika revolusi dimulai, sedangkan Marie Antoinette adalah ratunya nan identik dengan kehidupan mewah istana.
  • Maximilien Robespierre: Robespierre merupakan tokoh revolusioner berpengaruh dari golongan Jacobin selama masa Republik Prancis. Ia dikenal lantaran perannya dalam Pemerintahan Teror, ketika pemerintah melakukan penindakan keras terhadap musuh revolusi.
  • Marquis de Lafayette: Lafayette adalah bangsawan dan perwira militer nan mendukung kemerdekaan Amerika Serikat serta perubahan politik di Prancis. Ia juga memperjuangkan pemerintahan konstitusional dan perlindungan kewenangan penduduk negara.
  • Napoleon Bonaparte: Napoleon merupakan perwira militer nan memperoleh pengaruh besar ketika Prancis mengalami ketidakstabilan politik. Melalui kudeta pada 1799, dia mengambil alih kekuasaan dan mengakhiri periode Revolusi Prancis nan secara konvensional berjalan sejak 1789.

Kronologi Terjadinya Revolusi Prancis

Revolusi Prancis terjadi lewat beberapa peristiwa krusial nan mengubah sistem pemerintahan kerajaan. Berikut tahapan utama nan perlu Anda tahu.

1. Pembentukan Majelis Nasional oleh Rakyat

Pada 1789, perwakilan golongan ketiga membentuk Majelis Nasional (National Assembly) lantaran merasa tidak terwakili dalam sistem kerajaan.

Mereka berupaya membikin sistem norma dan pemerintahan nan lebih setara bagi rakyat.

2. Penyerbuan Penjara Bastille pada 14 Juli 1789

Pada 14 Juli 1789, orang banyak di Paris menyerbu Penjara Bastille untuk mengambil senjata dan mesiu sekaligus melawan kekuasaan kerajaan.

Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan rakyat dan sekarang diperingati sebagai Hari Nasional Prancis.

3. Pengesahan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara

Pada Agustus 1789, Majelis Nasional mengesahkan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara nan menegaskan prinsip kebebasan dan kesetaraan. Deklarasi ini menjadi dasar krusial bagi perubahan norma dan politik di Prancis.

4. Runtuhnya Monarki dan Masa Pemerintahan Teror

Pada 1792, monarki dihapuskan dan Prancis menjadi republik, sementara Louis XVI dan Marie Antoinette dihukum meninggal pada 1793.

Revolusi kemudian diwarnai Pemerintahan Teror dan berhujung pada 1799 ketika Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan.

Bagaimana Kondisi Prancis Setelah Revolusi?

Setelah monarki runtuh, Prancis tetap menghadapi bentrok politik dan ketidakstabilan pemerintahan sampai Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan lewat kudeta pada 1799.

Napoleon kemudian mempertahankan beberapa perubahan revolusi, termasuk kesetaraan di depan hukum, sekaligus mengumpulkan kekuasaan di bawah pemerintahannya.

Dampak Revolusi Prancis bagi Dunia

Revolusi Prancis membawa perubahan besar pada sistem pemerintahan, hukum, dan pemikiran politik di beragam negara. Berikut beberapa akibat pentingnya.

1. Menyebarnya Paham Demokrasi dan Negara Republik

Revolusi Prancis memperkuat buahpikiran bahwa pemerintahan kudu memperhatikan kewenangan dan kepentingan rakyat.

Ide ini juga menginspirasi aktivitas nan memperjuangkan kerakyatan dan sistem republik di banyak negara.

2. Dihapusnya Sistem Feodalisme dan Hak Istimewa Bangsawan

Revolusi mendorong penghapusan kewenangan spesial berasas status lahir dan melemahkan sistem feodalisme di Prancis. Perubahan ini membuka jalan bagi tatanan sosial dan norma nan lebih adil.

3. Diakuinya Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM)

Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara menegaskan prinsip kebebasan dan kesetaraan sebagai kewenangan penduduk negara. Ide ini menjadi salah satu referensi krusial dalam perkembangan pemikiran tentang HAM modern.

4. Tumbuhnya Semangat Nasionalisme di Berbagai Negara

Ide kebebasan dan kesetaraan dari Revolusi Prancis juga memengaruhi aktivitas nasionalisme di beragam daerah. Nilai-nilai itu mendorong masyarakat memperjuangkan kemerdekaan dan melawan kekuasaan nan dianggap menindas.

Belajar dari Sejarah untuk Masa Depan nan Lebih Adil!

Revolusi Prancis mengajarkan bahwa ketidakadilan sosial, beban ekonomi nan tidak adil, dan kekuasaan nan mengabaikan bunyi rakyat bisa memicu perubahan besar.

Dari peristiwa tersebut, bumi mengenal beragam pendapat tentang demokrasi, kesetaraan hukum, dan perlindungan kewenangan penduduk negara.

Memahami penyebab revolusi prancis bukan hanya membantu Anda belajar sejarah di sekolah, tapi juga membujuk Anda mengerti pentingnya keadilan dan peran masyarakat.

Yuk, perkaya wawasanmu dengan membaca kitab sejarah bumi dan mempelajari beragam peristiwa masa lampau agar Anda dapat memandang perubahan sosial dengan lebih kritis!

Rekomendasi Buku Sejarah Dunia

1. Sejarah Dunia nan Disembunyikan

Sejarah Dunia nan Disembunyikan

Bagaimana jika kisah sejarah nan selama ini Anda kenal rupanya mempunyai perspektif pandang lain nan jarang dibicarakan?

Melalui kitab ini, Jonathan Black membujuk pembaca menelusuri beragam narasi pengganti tentang sejarah dan mitologi, mulai dari Yunani dan Mesir Kuno hingga tradisi keagamaan, Freemason, serta tokoh-tokoh berpengaruh seperti George Washington dan Hitler.

Pendekatan nan kontroversial ini mendorongmu mempertanyakan kembali pengetahuan sejarah nan sudah mapan dan membandingkan beragam perspektif agar wawasanmu tentang perjalanan peradaban manusia semakin luas.

2. Sejarah Peradaban Prancis

Sejarah Peradaban Prancis

Dari krisis kerajaan hingga ambisi Napoleon Bonaparte memperluas pengaruh Prancis ke luar Eropa, perjalanan negara ini dipenuhi perubahan politik dan bentrok nan menarik untuk ditelusuri.

Buku ini mengulas kondisi Prancis pada masa Louis XV dan Louis XVI, termasuk persoalan ekonomi serta kehidupan kerajaan, sebelum membahas ekspansi militer ke Mesir nan direncanakan Napoleon untuk memperkuat kepentingan Prancis.

3. Sejarah Prancis (2023)

Sejarah Prancis (2023)

Ingin memahami perjalanan Prancis secara runtut tanpa kudu membaca uraian sejarah nan terlalu panjang?

Disusun oleh tim sejarawan ahli dalam 32 bab singkat, kitab ini merangkum sejarah Prancis sejak era prasejarah hingga akhir abad ke-20 dengan penjelasan nan lugas dan sistematis.

Kamu juga bakal menemukan pembahasan tentang perkembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat dalam konteks sejarah Eropa, dilengkapi ilustrasi dokumen, tabel, silsilah, serta daftar istilah untuk membantu memahami beragam peristiwa krusial secara lebih menyeluruh.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑