
Mesir Tanpa 7 Bintang di Jersey (Foto: X/@CAF_Online)
ALASAN - FIFA minta Mesir menghapus semua bintang nan ada di Jersey selama Piala Dunia 2026 menarik untuk diulas. Ya, FIFA meminta Mesir menanggalkan simbol kebanggaan itu selama turnamen berlangsung.
Bagi Mesir, tujuh bintang di jersey bukan sekadar hiasan. Setiap bintang mewakili satu gelar juara Piala Afrika, pencapaian nan menjadikan Mesir sebagai negara paling sukses dalam sejarah turnamen benua Afrika tersebut. Tujuh trofi, tujuh generasi kebanggaan nan terukir dalam kain seragam tim nasional mereka.
Namun di panggung Piala Dunia, simbol itu justru menjadi masalah.
Ashour di Timnas Mesir Piala Dunia 2026 (Foto: x/@CAF_Online)
1. Aturan Tegas FIFA
Menurut pedoman resmi FIFA, penggunaan bintang pada jersey tim nasional hanya diizinkan untuk merayakan prestasi di turnamen Piala Dunia itu sendiri, bukan kejuaraan lain, termasuk kejuaraan level benua seperti Piala Afrika. Tujuh bintang kebanggaan Mesir pun secara otomatis bertentangan dengan patokan tersebut.
FIFA apalagi telah menyampaikan pemberitahuan ini kepada Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) empat bulan sebelum turnamen dimulai, bukan mendadak, melainkan sebagai prosedur rutin nan juga diberlakukan kepada negara peserta lainnya.
"Ini adalah prosedur rutin. FIFA memberi tahu Asosiasi Sepak Bola mengenai masalah tidak menampilkan bintang Piala Afrika pada jersey tim nasional selama pertandingan Piala Dunia," ujar Officer EFA, Mohamed Morad Thabet, seperti dikutip ESPN. "Tim nasional sudah mengantisipasi perihal ini dan telah melakukan persiapan nan diperlukan jauh sebelumnya."
2. Pengecualian Khusus Hanya untuk Uruguay
Menariknya, ada satu negara nan mendapat perlakuan berbeda: Uruguay. La Celeste diizinkan mengenakan empat bintang di jersey mereka, dua bintang untuk gelar juara Piala Dunia 1930 dan 1950, serta dua bintang lagi untuk trofi Olimpiade 1924 dan 1928 nan kala itu diselenggarakan langsung oleh FIFA.
Karena keterlibatan langsung FIFA dalam penyelenggaraan tersebut, dua gelar Olimpiade tersebut mendapat legitimasi nan berbeda di mata badan sepak bola bumi itu. Dan Mesir, jelas, tidak berada dalam kategori pengecualian tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·