Penumpang KRL Diproyeksi Tembus 600 Juta pada 2036, Danantara Minta KAI Siapkan Masterplan

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Penumpang KRL Diproyeksi Tembus 600 Juta pada 2036, Danantara Minta KAI Siapkan Masterplan

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan rencana pengembangan sarana dan prasarana. (Foto: Okezone.com/KAI)

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan rencana pengembangan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi proyeksi lonjakan penumpang hingga 600 juta orang per tahun pada 2036.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pengembangan tersebut mencakup pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan kapabilitas jaringan, serta pembenahan pengalaman pelanggan. Perencanaan ini diperlukan agar kapabilitas jasa dapat mengimbangi pertumbuhan pengguna transportasi publik dalam jangka panjang.

“Saya minta kelak dibikinin roadmap, master plan mengenai transformasi publik kereta api ini,” ujar Dony, dikutip dari akun IG resmi BP BUMN, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan proyeksi KAI, jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada 2026 diperkirakan mencapai 375 juta orang, melampaui sasaran awal sebanyak 369 juta penumpang. Hingga September 2026, jumlah penumpang tercatat mencapai 271 juta orang.

Proyeksi peningkatan jumlah penumpang hingga 600 juta orang per tahun pada 2036 menunjukkan perlunya penambahan kapabilitas jasa secara bertahap. Selain meningkatkan daya angkut, KAI perlu memastikan kesiapan prasarana dan sistem operasional agar pertumbuhan jumlah pengguna tidak memperparah kepadatan di stasiun maupun jaringan kereta.

Salah satu langkah nan disiapkan KAI adalah meningkatkan kapabilitas perjalanan dengan memperpendek jarak antarperjalanan dan menggunakan rangkaian berkapasitas lebih besar. Pada lintas Green Line menuju Serpong dan Rangkasbitung, jarak antarperjalanan ditargetkan kurang dari 10 menit melalui penggunaan rangkaian SF-12.

Sementara itu, peningkatan kapabilitas melalui penggunaan rangkaian SF-12 pada lintas Cikarang dan Bogor ditargetkan siap pada 2028–2029.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑