Pentagon Revisi Data Korban Perang di Iran, Angka Kematian Militer AS Bertambah

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Pentagon Revisi Data Korban Perang di Iran, Angka Kematian Militer AS Bertambah

Ilustrasi.

WASHINGTON — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) merevisi jumlah kematian personil militer AS dalam bentrok dengan Iran dari nomor nan dilaporkan sebelumnya, sehingga meningkatkan total resmi menjadi 21 jiwa.

Defense Casualty Analysis System (DCAS) awalnya mencatat 18 kematian militer AS akibat tindakan musuh maupun karena non-tempur sejak bentrok dimulai pada 28 Februari. Bulan lalu, The Washington Post melaporkan—dengan mengutip enam pejabat AS—bahwa pedoman info tersebut tidak mencerminkan jumlah kematian nan sebenarnya. Menteri Pertahanan Pete Hegseth sempat menyebut temuan tersebut sebagai "kebohongan besar."

Pada Jumat (9/10/2026), pedoman info tersebut diperbarui dengan memasukkan nama Mayor Sorffly Davius (46) dari Garda Nasional Angkatan Darat nan meninggal di Kuwait pada 6 Maret, serta seorang personil Angkatan Laut nan meninggal akibat bunuh diri pada September.

Data tersebut juga mencatat kematian Sersan Devin A. Seibel (26) nan tewas dalam kecelakaan saat latihan di Irak pada Mei. Namun, pihak militer tidak mengaitkan kejadian tersebut secara langsung dengan perang melawan Iran, melainkan mengategorikannya di bawah Operation Inherent Resolve—kampanye selama satu dasawarsa melawan Islamic State (IS). Dimasukkannya nama tersebut menjadikan total keseluruhan kematian militer AS di Timur Tengah sejak 28 Februari menjadi 22 jiwa, sesuai dengan nomor nan dilaporkan sebelumnya.

Data terbaru juga mencatat adanya 865 personil militer nan mengalami luka-luka.

Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Adam Smith dan Chrissy Houlahan, mengkritik keras kesalahan pencatatan tersebut dan menyebutnya sebagai perihal nan "memalukan" bagi militer.

"Tidak ada argumen nan dapat membenarkan kesalahan sebesar ini," tegas mereka dalam pernyataan bersama, sebagaimana dilansir RT.

Saat dimintai konfirmasi oleh The Washington Post, Pentagon tidak menjelaskan perincian perubahan info tersebut, tetapi menyatakan pihaknya "tetap berkomitmen teguh untuk melakukan pendataan nan transparan dan jeli mengenai seluruh korban di kalangan personil militer."

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑