Penjualan sepeda motor di pasar domestik mencatatkan pertumbuhan positif lebih dari 2 persen hingga Juli 2026. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menilai pencapaian ini membuktikan tinggi kegunaan sepeda motor sebagai moda transportasi utama masyarakat.
Stabilnya daya beli konsumen di beberapa wilayah luar Jawa tidak lepas dari adanya kenaikan nilai sejumlah hasil bumi. Kinerja pasar ini sekaligus menegaskan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sepeda motor untuk penunjang efisiensi mobilitas harian.
Ketua Bidang Komersial AISI (Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia), Yosef Suparman menyampaikan apresiasinya atas capaian keahlian penjualan kendaraan roda dua selama paruh pertama tahun ini.
"Kami berterima kasih bisa melewati semester 1 ini relatif baik di tengah situasi market nan challenging dari kondisi perekonomian nan terimbas kondisi geopolitik dan perang Timur Tengah," ujar Yosef Suparman kepada kumparan, (14/8/2026).
Meskipun capaian penjualan tergolong positif, industri otomotif roda dua tetap kudu bersiap menghadapi potensi gejolak ekonomi dunia nan terus berlanjut. Penguatan sektor pertanian serta stabilitas nilai komoditas diharapkan bisa menjaga tren positif daya beli hingga akhir semester kedua.
Yosef menambahkan tantangan lain nan tak kalah krusial bagi para produsen adalah tingginya dinamika perubahan nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut menuntut kerjasama erat antara pemangku kepentingan industri di sektor hulu maupun hilir agar nilai jual kendaraan tetap terjangkau.
"Kerja sama hand in hand dengan para stakeholder mengenai di hulu dan hilir sangat dibutuhkan untuk dapat menjaga stabilitas market sampai dengan akhir tahun ini," kata Yosef.
Kendati demikian, asosiasi tetap memasang sasaran penjualan roda dua hingga akhir 2026 sebesar 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Berkaca dari capaian tahun lalu, personil AISI bisa menyalurkan produknya sebanyak 6.412.769 unit.
Penjualan motor Juli 2026 tumbuh 23,4 persen
Penjualan sepeda motor di dalam negeri pada Juli 2026 menembus nomor 636.030 unit. Jika dikomparasikan dengan perolehan Juni 2026 nan sebesar 515.136 unit, pasar domestik mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,46 persen.
Secara tahunan (year-on-year/YoY), performa pasar domestik Juli 2026 juga mencatatkan pertumbuhan positif. Angka 636.030 unit tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,34 persen jika dibandingkan dengan pencatatan Juli 2025 nan berada di level 587.048 unit.
Pun kumulatif (year-to-date/YtD) sepanjang Januari hingga Juli 2026, total penyerapan sepeda motor di dalam negeri telah mencapai 3.765.617 unit. Capaian ini tumbuh 2 persen dibandingkan periode Januari hingga Juli 2025 nan membukukan volume 3.691.677 unit.
Penjualan sepeda motor terbaru
Domestik 2026
Juni: 515.136 unit
Juli: 636.030 unit
Januari-Juli: 3.765.617 unit.
Ekspor CBU 2026
Juni: 50.067 unit
Juli: 65.769 unit
Januari-Juli: 382.588 unit.
Domestik 2025
Juli: 587.048 unit
Januari-Juli: 3.691.677 unit.
Ekspor CBU 2025
Juli: 50.042 unit
Januari-Juli: 318.785 unit.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·