Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah pusat telah mengirimkan support logistik seberat 27 ton ke lokasi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Pengiriman support logistik ini dicek langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelang tengah malam, Sabtu (15/08/2026), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengecek kloter terakhir penerbangan logistik support nan dikirimkan ke NTT pada hari itu melalui airport Halim Perdanakusuma," tulisnya dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet RI pada Minggu (16/8).
Pengiriman logistik menjelang tengah malam itu merupakan kloter terakhir penerbangan pada Sabtu. Di hari tersebut, pemerintah pusat mengirimkan support nan terbagi menjadi beberapa kloter penerbangan Hercules.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan sejumlah pejabat untuk langsung mengecek kondisi di NTT.
Pejabat itu di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, serta Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii.
Kepala Negara juga meminta jejeran PLN, Pertamina, dan Telkom untuk turut mengecek langsung kondisi di NTT.
"Presiden Prabowo juga telah memerintahkan Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, Kepala BNPB & Kepala Basarnas serta Wamen Kesehatan dan Wamen Sosial beserta unsur PLN, Pertamina dan Telkom untuk langsung terbang ke NTT pada hari kejadian untuk sesegera mungkin memastikan penanganan melangkah sigap dan tepat sasaran," imbuhnya.
Di hari gempa terjadi, lebih dari 3.500 personel TNI-Polri telah dikerahkan dan tersebar di Manggarai, Maumere, Flores, serta wilayah terdampak lainnya di NTT.
[Gambas:Instagram]
Gempa mengguncang Kabupaten Nagakeo, NTT dengan kekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8). Hingga sekarang korban jiwa tercatat 48 orang. Kemudian sebanyak lebih dari lima ribu penduduk terpaksa mengungsi.
(dhz/els)
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·