Penjualan Motor di RI Laku Keras-Cetak Rekor, Sebulan Naik 57.882 Unit

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan sepeda motor di Indonesia mulai menunjukkan penguatan menjelang akhir 2026. Pada September, pengedaran motor dari pabrikan ke diler menembus 654.343 unit, menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun ini. Kinerja tersebut turut mendorong akumulasi penjualan domestik menembus 5 juta unit sepanjang Januari-September 2026.

Berdasarkan info Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor domestik pada September 2026 mencapai 654.343 unit, naik 9,7% dibandingkan Agustus nan sebanyak 596.461 unit. Secara volume, terdapat tambahan pengedaran sebanyak 57.882 unit hanya dalam satu bulan.

Angka tersebut sekaligus melampaui capaian Juli 2026 nan sebelumnya menjadi rekor tertinggi tahun ini dengan penjualan 636.030 unit. Dengan demikian, September menjadi periode dengan pengedaran motor terbesar sepanjang Januari-September 2026.

Meski mencatatkan rekor bulanan, perjalanan pasar motor sepanjang tahun ini tidak sepenuhnya mulus. Penjualan sempat mencapai 577.763 unit pada Januari dan meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari, sebelum merosot ke titik terendah tahun ini sebesar 448.974 unit pada Maret.

Pasar kemudian kembali bergerak naik dengan penjualan 520.972 unit pada April, tetapi melemah menjadi 479.388 unit pada Mei. Pada Juni, pengedaran kembali meningkat menjadi 515.136 unit, lampau melonjak ke 636.030 unit pada Juli. Setelah terkoreksi pada Agustus, penjualan akhirnya mencapai rekor baru pada September.

Jika dibandingkan dengan periode nan sama tahun lalu, keahlian September 2026 juga memperlihatkan pertumbuhan nan cukup kuat. Penjualan pada September 2025 tercatat sebanyak 567.173 unit. Artinya, pengedaran motor pada September tahun ini meningkat 15,37% secara tahunan, dengan tambahan 87.170 unit.

Secara kumulatif, penjualan motor domestik sepanjang Januari-September 2026 mencapai 5.016.421 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode nan sama tahun lalu, ketika pengedaran tercatat sebanyak 4.836.891 unit. Dengan demikian, terdapat tambahan penjualan sebanyak 179.530 unit alias tumbuh sekitar 3,7% secara tahunan.

Capaian tersebut membikin industri sepeda motor semakin dekat dengan sasaran penjualan sepanjang 2026. AISI sebelumnya mematok sasaran penjualan domestik di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit untuk lima merek anggotanya, ialah Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS.

Dengan penjualan 5,02 juta unit hingga September, industri tetap perlu menjual sekitar 1,38 juta hingga 1,68 juta unit dalam tiga bulan terakhir untuk mencapai sasaran tersebut. Artinya, pasar kudu membukukan rata-rata penjualan sekitar 460.000 hingga 560.000 unit per bulan pada Oktober-Desember.

Di luar pasar domestik, industri sepeda motor nasional juga mencatatkan aktivitas ekspor dalam jumlah besar. Sepanjang Januari-September 2026, ekspor motor utuh alias completely built up (CBU) mencapai 487.940 unit. Pada September saja, ekspor CBU tercatat 55.098 unit, meningkat dibandingkan Agustus sebanyak 50.254 unit.

Sementara itu, ekspor motor dalam corak completely knocked down (CKD) mencapai 5.981.553 set sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Ekspor komponen sepeda motor melalui skema part by part apalagi mencapai 134.195.982 unit pada periode nan sama.

Dengan pasar domestik nan telah menembus 5 juta unit dan aktivitas ekspor nan tetap berjalan, keahlian industri roda dua pada penghujung tahun bakal menjadi penentu apakah sasaran penjualan 2026 dapat tercapai. Namun, perubahan penjualan bulanan dan kondisi daya beli masyarakat tetap menjadi aspek nan perlu dicermati hingga akhir tahun.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑