Penjualan Mobil Tiba-Tiba Meledak, Bos Gaikindo Bocorkan Rahasianya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil nasional mulai menunjukkan pemulihan usai sempat terpukul selama periode Lebaran. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat wholesales alias pengedaran dari pabrik ke dealer mencapai 80.776 unit pada April 2026, melonjak 55% dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

Kenaikan ini juga menjadi pembalikan dari kondisi Maret lampau ketika pasar otomotif melemah akibat panjangnya masa libur Idulfitri. Secara bulanan, penjualan wholesales April juga naik 31,8% dibanding Maret 2026 nan berada di level 61.271 unit.

Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan pemulihan penjualan mobil saat ini belum sepenuhnya ditopang konsumen baru dari kelas menengah. Menurutnya, kenaikan penjualan lebih banyak berasal dari konsumen nan sebelumnya memang sudah mempunyai kendaraan.

"Jadi pembelinya tetap kembali lagi kelompok-kelompok nan sudah punya mobil," kata Kukuh kepada CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026).

Tren pembelian kendaraan saat ini cukup berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Konsumen dengan keahlian finansial lebih kuat tetap aktif melakukan pembelian, termasuk untuk kendaraan tambahan di rumah tangga mereka.

Calon pembeli memandang mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) alias pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap nan bakal dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Calon pembeli memandang mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) alias pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap nan bakal dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

"Mobil kedua alias ketiga lantaran ada rumor terakhir masalah perang kan nan terjadi ya," ujar Kukuh.

Konsumen kelas atas saat ini juga mulai kembali melirik kendaraan listrik. Bahkan ada sebagian konsumen nan sebelumnya sempat menjual mobil listriknya, sekarang kembali membeli kendaraan serupa.

"Mereka mulai mikir, jika saya dengar ya kelompok-kelompok itu, tadinya ada nan sudah pernah punya mobil listrik sudah dilepas lagi, sekarang beli lagi gitu. Beli mobil listrik lagi," katanya.

Di sisi lain, pasar mobil konvensional dinilai tetap menghadapi tekanan. Kukuh menyebut daya beli kelas menengah belum betul-betul pulih sehingga pembelian kendaraan berbahan bakar bensin belum bergerak signifikan.

"Sementara jika dari nan konvensional ya, nan kelas menengah kan tetap tertekan," ucapnya.

GAIKINDO sendiri tetap mempertahankan sasaran penjualan mobil nasional tahun ini di level 850 ribu unit. Meski demikian, Kukuh mengakui sasaran tersebut tetap cukup menantang untuk dicapai.

"Belum, tetap tetap di 850 ribu. Masih jauhlah, walaupun jika mungkin kita proyeksikan sekarang dengan penjualan nan 80 jika kita bisa jaga terus ya mungkin kita sedikit di atas 850 ribu," katanya.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News