Penis Sulit Berdiri karena Sedang Stres? Jangan Buru-Buru Minum Obat, Ini Solusinya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |02:20 WIB

Penis Sulit Berdiri lantaran Sedang Stres? Jangan Buru-Buru Minum Obat, Ini Solusinya

Penis Sulit Berdiri lantaran Sedang Stres? Jangan Buru-Buru Minum Obat, Ini Solusinya (Foto: Freepik)

JAKARTA — Stres dan tekanan pikiran rupanya dapat memengaruhi keahlian penis laki-laki untuk ereksi. Kondisi ini apalagi bisa dialami laki-laki muda nan secara bentuk tergolong sehat. Karena itu, gangguan ereksi tidak selalu kudu langsung diatasi dengan obat-obatan.

Dokter ahli andrologi sekaligus edukator kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa disfungsi ereksi dapat dipicu oleh aspek psikologis, termasuk stres dan beban pikiran. Jika penyebabnya berangkaian dengan kondisi mental, penanganan dapat dilakukan melalui pendekatan psikologis, salah satunya terapi psikoseksual.

“Tidak semua penyakit disfungsi ereksi itu memerlukan obat. Kalau misalnya penyebab dari disfungsi ereksi ini dikarenakan ada persoalan pikiran, stres, maka salah satu terapi nan paling efektif itu adalah dengan kita memberikan konseling berupa terapi psikoseksual,” ungkap dr. Jefry dalam unggahan video di akun Instagramnya.

Menurutnya, terapi psikoseksual bermaksud membantu pasien menemukan akar persoalan nan memicu tekanan psikologis. Melalui konseling, pasien dapat dibimbing untuk mengenali sumber stres sekaligus mempelajari langkah mengelolanya agar tidak terus mengganggu kegunaan seksual.

“Kita gali dulu tuh apa saja nan menyebabkan stres, kemudian kita bakal memberikan pemahaman-pemahaman agar dia bisa menjadi bekal untuk mengurangi stresnya dan bisa mempunyai kegunaan seksual nan baik,” terang dia.

Pengaruh Kondisi Psikologis

Dr. Jefry juga menjelaskan bahwa terdapat hubungan erat antara kondisi psikologis dan respons tubuh terhadap rangsangan seksual. Sistem saraf nan berkedudukan dalam proses ereksi bekerja secara involunter alias di luar kendali sadar sehingga dapat dipengaruhi oleh kondisi emosional seseorang.

“Karena kita kudu memahami, jika kegunaan saraf nan mengatur ereksi di penis kita itu tidak bisa kita kontrol secara langsung. Dia baru bisa aktif dan bekerja jika kondisi kita tenang dan nyaman,” jelas dr. Jefry.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com