Arahan Prabowo soal Suku Dayak Jadi Prajurit TNI

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menerima Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) lalu.

Berdasar unggahan di akun instagram resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo disebut langsung menginstruksikan beberapa perihal mengenai kemauan Panglima Jilah.

Salah satunya adalah kemauan penduduk Dayak untuk masuk menjadi Anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan, misalnya penggunaan tato bagi suku adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya, pada Sabtu (29/8), Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang.

Prabowo dalam pertemuan itu meminta perkembangan soal beberapa hal, termasuk soal syarat perekrutan Suku Dayak Pedalaman nan mau jadi prajurit TNI.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta perkembangan mengenai beberapa perihal antara lain, penyesuaian syarat mengenai perekrutan suku Dayak pedalaman nan mau menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa musibah antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," demikian pernyataan dari Seskab RI, dikutip dari akun IG Seskab RI.

Sementara itu, Mabes TNI menyatakan bakal menindaklanjuti pengarahan Presiden Prabowo Subianto mengenai perekrutan Suku Dayak nan mau menjadi prajurit TNI.

"Segala petunjuk dan pengarahan Bapak Presiden, TNI bakal menindaklanjuti," kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas saat dihubungi, Minggu (30/8).

Nas mengatakan pada prinsipnya, TNI memberikan kesempatan kepada seluruh putra-putri bangsa untuk mengabdi.

"Mengenai sistem dan corak penyesuaiannya, bakal disampaikan setelah pembahasan dan penetapannya selesai," katanya.

(yoa/dal)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional