Pengurus Nasional Karang Taruna Bantu Penanganan Karhutla Sumatera

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta -

Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) mengerahkan personel dan relawan Karang Taruna untuk membantu penanganan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pengerahan dilakukan melalui Pengurus Provinsi Karang Taruna (PPKT) di wilayah terdampak, disertai pengiriman tenda serta support biaya operasional.

Langkah tersebut dilakukan setelah Satgas Tanggap Bencana PNKT mendapat pengarahan dan perintah Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono agar Karang Taruna mengambil peran nyata membantu petugas dan masyarakat menghadapi Karhutla.

Wakil Ketua Umum Tanggap Bencana dan Lingkungan Hidup PNKT nan juga Ketua Satgas Tanggap Bencana PNKT Arfan Arlanda mengatakan personel Karang Taruna di lima provinsi prioritas telah dikonsolidasikan untuk mendukung kerja penanganan di lapangan. Lima provinsi tersebut ialah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, nan berasas pemetaan awal mencakup 17 kabupaten/kota terdampak. Hal itu diungkapkan olehnya saat di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mendapat pengarahan dan perintah dari Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono, kami langsung mengonsolidasikan jejeran Karang Taruna di wilayah terdampak. Personel kita kerahkan untuk membantu sesuai kebutuhan dan kewenangan, terutama mendukung petugas, relawan, serta masyarakat terdampak," kata Arfan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Menurut Arfan, pengerahan personel dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing wilayah. Karang Taruna dapat membantu melalui pendirian dan pengelolaan posko, support pengedaran logistik, komunikasi dan pelaporan kondisi lapangan, mobilisasi masyarakat, hingga support kepada relawan nan bekerja di sekitar letak Karhutla.

Dalam konsep penanganan nan disusun Satgas, Karang Taruna ditempatkan sebagai unsur pendukung kesiapsiagaan masyarakat, mulai dari pencegahan, penemuan dini, respons awal, support komunikasi hingga penanganan pasca kejadian. Personel Karang Taruna tidak diarahkan melakukan pemadaman pada kondisi rawan tanpa pelatihan, perangkat pelindung diri, dan pendampingan petugas nan berkompeten.

"Karang Taruna bukan mengambil alih tugas pemadaman. Arahan Ketua Umum adalah gimana kita bisa meringankan beban petugas nan berada di garis depan. Personel kita di wilayah menjadi kekuatan pendukung agar penanganan bisa melangkah lebih cepat," ujar Arfan.

Untuk memperkuat personel di lapangan, PNKT juga mengirimkan 16 tenda nan bakal digunakan antara lain sebagai posko dan tempat pendukung aktivitas relawan. Sebanyak empat tenda dikirim ke Riau, empat tenda ke Sumatera Selatan, tiga tenda ke Jambi, tiga tenda ke Kalimantan Barat, dan dua tenda ke Kalimantan Tengah.

Pengiriman dilakukan melalui kargo udara dengan perkiraan tiba di masing-masing wilayah dalam satu hingga dua hari kerja.

Selain tenda, PNKT telah menyalurkan biaya operasional kepada PPKT di lima provinsi, ialah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kebutuhan mendesak di lapangan.

Arfan mengatakan PPKT menjadi focal point di masing-masing daerah. Mereka bekerja menyampaikan perkembangan situasi, menentukan titik prioritas, menyiapkan personel dan posko, serta mengoordinasikan kebutuhan dengan PNKT dan unsur penanganan musibah setempat.

Sebelumnya, Satgas Tanggap Bencana PNKT telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Balai Dalkarhut (Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan) terkait, serta pengurus Karang Taruna di wilayah terdampak untuk memperoleh perkembangan terbaru. Pemetaan menunjukkan kondisi titik api berkarakter bergerak sehingga konsolidasi personel dan support lapangan kudu terus disesuaikan.

PNKT juga menyiapkan langkah lanjutan berupa edukasi pencegahan pembakaran lahan, penemuan dini, patroli berbasis masyarakat, komunikasi kebencanaan hingga pemulihan lingkungan pasca kebakaran. Satgas menilai jaringan Karang Taruna hingga tingkat desa dan kelurahan dapat menjadi kekuatan krusial untuk mempercepat info dan pencegahan Karhutla sejak dini.

"Personel Karang Taruna di wilayah bakal terus kita siagakan dan konsolidasikan. Di mana masyarakat dan petugas memerlukan dukungan, Karang Taruna kudu datang sesuai keahlian nan kita miliki," tutup Arfan.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News