Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan rencana Perum Bulog mengekspor beras ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia berpotensi gagal. Ekspor ribuan ton beras itu terancam tak dilakukan lantaran bentrok di Timur Tengah.
"Bulog kemarin sempat mengapalkan pada awal Ramadan sejumlah 2.200 ton beras, tapi dua hari setelah pengapalan, meletus perang," kata Gus Irfan saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut pengiriman itu berpotensi kandas lantaran perang AS-Israel dengan Iran nan membikin area Teluk memanas. Kendati demikian, konsumsi makanan siap saji untuk jemaah sudah siap.
"Sehingga kemungkinan besar tidak bakal bisa jadi diberangkatkan berasnya," ujar Gus Irfan.
"RTE, makanan ready to eat, total kebutuhan mencapai 3.081.230 porsi untuk 205.420 jemaah dan petugas. Distribusi melangkah berjenjang dengan realisasi 1.659.390 porsi telah tiba di Makkah per 30 Maret 2026 dan ditargetkan seluruhnya bakal selesai pada 25 April 2026," sambungnya.
Gus Irfan mengatakan 30 ton beras diusahakan terus bersambung untuk 1.600 petugas haji. Rencananya, pengiriman beras untuk petugas haji diberangkatkan pada 12 April 2026 melalui kargo.
"Total kebutuhan beras 30 ton diperuntukkan bagi 1.600 petugas. Jadi beras nan kemungkinan bisa kita kirim hanya untuk nan petugas dengan spesifikasi kualitas beras Pandan Wangi Cianjur premium, long grain dan tingkat pecahan maksimal 5 persen serta nilai di bawah pasar alias ritel," kata Irfan.
"Saat ini proses produksi tengah berjalan di OKH Cianjur berbarengan dengan penyelesaian manajemen ekspor-impor. Pengiriman direncanakan menggunakan kargo udara dengan sasaran keberangkatan 12 April," imbuhnya.
(dwr/haf)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·