Penggerebekan Narkoba Kalteng, Aiptu Sumaryanto Juga Ditemukan Tewas

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi kedua nan dilaporkan lenyap dalam penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban berjulukan Aiptu Sumaryanto, personil Satresnarkoba Polres Katingan,

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan jenazah Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7) pagi.

"Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," kata Eko dalam keterangannya, Minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko menerangkan proses pencarian dilakukan sejak pukul 06.00 WIB melibatkan personel dari Polda Kalteng, Polairud, Kodim 1019/Ktg, Basarnas dan masyarakat.

Tiga unit perahu karet dan delapan unit kapal ces mini dikerahkan untuk menyusuri sungai, rimba di pinggir sungai, hingga ke pasar Desa Samba.

Kemudian, sekitar pukul 08.42 WIB didapatkan info dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam mengenai jenazah di Sungai Desa Rantau Asem alias sekitar 4 km dari TKP Desa Tumbang Kalemei.

"Kemudian Babinsa memberitahukan tim pencarian dan tim menuju ke lokasi. Pukul 09.15 WIB setelah dicek di Sungai Rantau betul ditemukan satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," tutur Eko.

Saat ini, jenazah Sumaryanto telah dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya.

Aiptu Sumaryanto jadi korban tewas ketiga dari pihak polisi dalam penyergapan bandar narkoba di Katingan, Kalteng.

Dalam penyergapan itu, personil Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal bumi dan dua personil lain ialah Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hilang. 

Nopandri berhasil ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal bumi pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.55 WIB di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang. Aiptu Sumaryanto ditemukan dalam kondisi serupa.

Eko menjelaskan penyergapan itu terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti info masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang sasaran operasi berinisial BIO nan diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Saat itu, sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi.

Polisi lampau membagi menjadi dua golongan dengan tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di letak lain sebagai unsur pendukung.

"Saat proses penangkapan berlangsung, sasaran sukses diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan penduduk sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," kata Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

(dis/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional